Categories: PEGUNUNGAN

Tiba di Wamena, Wajib Langsung Rapid Antigen

Pemeriksaan rapid test antigen yang dilakukan petugas kepada setiap penumpang yang masuk ke Wamena tanpa terkecuali, Rabu (2/6). ( FOTO: Denny/Cepos)

WAMENA-Sejak Posko Pemeriksaan Antigen beroperasi melakukan rapid test antigen kepada setiap penumpang yang masuk ke Jayawijaya mulai, Senin (31/5) lalu, hingga kemarin Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid -19 Jayawijaya belum mendapatkan adanya kasus baru, khususnya untuk pemeriksaan di terminal kedatangan Bandara Wamena.

   Ketua tim gugus Percepatan Penaganan Covid -19 Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi mengaku tiga hari sejak posko pemeriksaan Antigen dibuka, maka semua penumpang yang masuk ke Wamena dilakukan rapid test Antigen.

  “Kita lakukan pemeriksaan ini untuk benar -benar menjaga akses masuk di Jayawijaya dan dalam 3 hari pasca posko dibuka, kami belum mendapatkan laporan apakah ada penumpang yang terkonfirmasi positif atau tidak, sebab untuk hari ini pesawat juga terlambat masuk ke Wamena,” ungkapnya Rabu (2/6) kemarin.

   Sampai kapan posko pemeriksaan rapid tes antigen ini dibuka, Jhon R Banua mengaku belum bisa memastikan. Sebab, pihaknya akan melihat kembali bagaimana penumpang yang usai melakukan mudik untuk bisa diputuskan berapa lama pemerintah akan membuka posko tersebut di Bandara Wamena.

   “Menjaga akses masuk orang dari luar atau pulang mudik, jangan sampai kita kecolongan atau ada pasien yang positif, tetapi bisa masuk ini yang dipertanyakan. Sebab kita lihat sekarang banyak hasil rapid tes antigen palsu yang dikeluarkan, oleh karena itu kita harus jaga baik wilayah kita,” jelas Bupati Banua.

   Kata Jhon Banua, antisipasi arus balik mudik ini, sesuai dengan arahan Presiden RI waktu melakukan Video Conference dengan pimpinan daerah. Dalam arahannya,  para bupati di daerah harus menjaga wilayahnya masing -masing, makanya sekarang pemerintah membuka posko pelayanan pemeriksaan rapid test Antigen di Bandara Wamena.

  “Membuka posko rapid test Antigen ini sesuai dengan instruksi presiden RI bagaimana para bupati menjaga wilayahnya masing -masing dengan baik,”katanya.

  Bupati Jhon juga  menambahkan untuk pasien Covid -19, minggu kemarin tinggal satu orang yang masih dalam perawatan. Namun, minggu ini  ada tambahan 4 orang. Karena itu, pengawasan jalan darat saat ini memang harus dilakukan koordinasi dengan Kabupaten Yalimo. Hanya saja, upaya koordinasi masih sulit karena masa transisi pimpinan daerahnya.

  “Kalau memang tidak bisa dilakukan koordinasi untuk pengawasan jalan darat, mungkin kita akan kembali mengaktifkan posko di Wosilimo atau Kurulu untuk menjaga akses masuk kendaraan dari Jayapura,”tutupnya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Penembakan Pilot Hanya Mempersulit Masyarkat

Direkrut Eksekutif YKKMP Theo Hesegem menyatakan Sebagai lembaga yang bekerja di bidang kemanusiaan dan perlindungan…

31 minutes ago

Di Balik Spam Medsos, Kekerasan Seksual Muncul Tanpa Kontrol

Menurut Yosefina, salah satu faktor utama yang menyuburkan maraknya kejahatan seksual adalah regulasi informasi yang…

2 hours ago

Pulihkan Psikologi Warga Intan Jaya Lewat Trauma Healing

Situasi keamanan di Kabupaten Intan Jaya belum sepenuhnya pulih. Rangkaian aksi kekerasan yang terjadi dalam…

3 hours ago

Kogabwilhan III Sita 47 Senpi dan 3.000 Pohon Ganja Selama Semester I 2026

Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menegaskan bahwa seluruh hasil operasi ini merupakan bentuk transparansi…

6 hours ago

Polisi Masih Terus Melacak Jaringan Curanmor di Kota Wamena

​Kapolres Jayawijaya, melalui Kasat Reskrim Polres Jayawijaya Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan, peningkatan intensitas…

7 hours ago

Seorang Warga Dilaporkan  Hilang di Sungai Maro

Korban diketahui bernama Abdul Rozas (29). Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…

10 hours ago