WAMENA- Ketua Tim Gugus Tugas Covid -19 Jayawijaya Jhon Richard Banua mengungkapkan bahwa saat ini catridge untuk pemeriksaan sampel swab di laboratorium RSUD Wamena terbatas. Karena itu, pemeriksaan swab saat ini diprioritaskan bagi siswa yang ingin melanjutkan kuliahnya ke Jayapura, namun hasil rapidnya reaktif dan perlu dilakukan pemeriksaan swab.
“Kami sudah diskusikan dengan direktur RSUD Wamena, apa bila ada siswa yang ingin keluar untuk lanjutkan kuliahnya apabila hasil rapidnya reaktif, maka langsung pindah tempat ke RSUD Wamena untuk melakukan pemeriksaan swab dengan catridge yang ada agar hasilnya bisa cepat diketahui,”ungkapnya Rabu (1/7) kemarin .
Artinya ini dilakukan agar hasilnya bisa diketahui cepat, kalau hasilnya negatif maka bisa untuk diberangkatkan, tidak menunggu harus karantina lagi khusus untuk anak -anak Jayawijaya yang ingin melanjutkan kuliah ke Jayapura. Sebab, ada 10 anak -anak yang hasil rapid tesnya reaktif sedang dikarantina dan mereka harus segera diswab.
“Kita lakukan ini karena Catridge yang kita miliki terbatas dan dibeli dengan anggaran pemda Jayawijaya sendiri, sehingga anak -anak yang ingin melanjutkan pendidikan diprioritaskan dulu, agar mereka tak terhambat untuk kuliah, kalau untuk lapago kita akan koordinasi dengan para Bupati dulu kalau memang bisa gunakan anggaran Lapago maka kita akan cari Catrige khusus untuk lapago,” katanya. (jo/tri)
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, mengatakan kebutuhan susu bagi balita menjadi salah…
Rustan menjelaskan, setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan…
Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, mengatakan bantuan yang disalurkan telah disesuaikan dengan kebutuhan…
Pemerintah Kota Jayapura memperkuat penanganan pascakebakaran yang melanda kawasan Dok V, Kelurahan Mandala, dengan melibatkan…
Gubernur Papua, Matius D Fakhiri mengatakan, pembayaran TPP tersebut telah disiapkan dan anggarannya dipastikan…
Ketua Komisi D DPRK Kota Jayapura, Deli L. Watak, menegaskan penanganan pascakebakaran tidak boleh…