Categories: MERAUKE

Helikopter Air Fast Alami Insiden, Empat Orang Berhasil Dievakuasi

MERAUKE – Dua korban kecelakaan pesawat helikopter milik maskapai Air Fast berhasil di evakuasi ke Helipad perusahaan di Boven Digoel dari lokasi kejadian di kali Silet oleh Tim SAR gabungan, Jumat (31/11).
Keduanya dievakuasi menggunakan helikopter Dimonim Air yang lepas landas pukul 06.54 WIT dan menyisakan 2 korban lagi yang dalam proses evaluasi.
Kepala Kantor Pencarian Dan Pertolongan Merauke Supriyanto Ridwan, S.E, dalam keterangan pers tertulisnya diterima media ini mengungkapkan, Helikopter ini membawa kapten Agung dan krunya Fauzan Huda.
Dari kondisinya, Kapten pilot diduga cidera Spinal (tulang belakang.red) dan keduanya langsung dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis.
Dikatakan, sekira pukul 09.10 WIT, Helikopter Asian One Air yang lepas landas pukul 07.07 WIT menuju ke lokasi kejadian berhasil mengevakuasi 1 korban atas nama Iwan (sebelumnya belum diketahui identitasnya). Iwan diduga pula mengalami cidera spinal.
Pada pukul 09.50 WIT, Helikopter Carpediem Air bernomor registrasi PK-CDP berhasil membawa satu korban terakhir dengan dugaan cidera spinal pula.
Sebelumnya, Helikopter PK-CDP ini tinggal landas menuju ke lokasi kejadian sekira pukul 08.25 WIT. Korban terakhir ini bernama Kanisius.
Secara keseluruhan proses evakuasi ini mengerahkan 3 unit Helicopter. Instansi yang terlibat dalam Tim SAR gabungan yakni Basarnas, Kodim Boven Digoel, Polres Boven Digoel dan pihak maskapai.
Untuk proses evakuasi selanjutnya menuju Timika menggunakan Twin Otter PK-OCJ masih menunggu keputusan dari pihak perusahaan.
Seperti diberitakan sebelumnya bahwa pada hari Kamis, 30 Desember 2021 pukul 18.59 Wit malam melalui satelit, Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke menerima berita signal Distress atau pancaran signal marabahaya yang dipancarkan oleh sebuah pesawat berjenis helicopter dari arah kampung Kawe di Kabupaten Boven Digoel.
Berdasarkan pancaran signal tersebut, berhasil didentifikasi bahwa signal marabahaya tersebut memancar dari helikopter milik maskapai Air Fast bernomor registrasi PK-ODB yang mengalami kecelakaan pada koordinat 04⁰.57’5’’ S – 140⁰.07’6’’ E atau sejarak 130,8 km dari Boven Digoel kearah utara.
Lokasi terakhir hilang kontak di radar Spidertrack berada di koordinat 04⁰.57’9,16’’ S – 140⁰.05’54,46’’ E pada pukul 16.01 Wit dengan ketinggian 1067 ft dan kecepatan 43 Knots.(ulo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Perkebunan Sawit Akan Terus Dikembangkan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan bakal menindaklanjuti masalah rencana pengembangan lahan perkebunan Perusahaan Perkebunan Kelapa…

8 hours ago

Tak Lagi Sibuk Kejar Target Retribusi, Hanya Atur Angkot Supaya Tertib dan Rapi

Di luar ruangannya, puluhan taksi konvensional (angkot) berwarna putih berbaris rapi di bawah bayang-bayang bangunan…

11 hours ago

Polsek Kuala Kencana Ringkus Pelaku Penganiayaan di Jalan Mayon

Peristiwa ini bermula ketika personel piket Polsek Kuala Kencana yang dipimpin Kanit Sabhara Ipda Eko…

13 hours ago

Soal Rusunawa Waena, Tunggu Koordinasi dengan Rektor

Pihak rektorat Universitas Cenderawasih (Uncen) akhirnya memberikan respons terkait tuntutan kelompok mahasiswa yang menggelar aksi…

14 hours ago

Pelayanan Pendidikan dan Bansos Harus Tepat Sasaran

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, memastikan pelayan publik berjalan optimal baik di sektor pendidikan dan…

15 hours ago

73.928 Batang Rokok dan 97,92 liter Miras Ilegal Dimusnahkan

Kepala Bea Cukai Jayapura, Fungki Awaludin, mengatakan pemusnahan dilakukan berdasarkan Surat Persetujuan Pemusnahan dari Menteri…

16 hours ago