

Petugas Kesehatan Kabupaten Merauke saat melakukan imunisasi kepada anak-anak PAUD/TK Pertiwi Polder Merauke pada pencanangan bulan imunisasi anak nasional, Senin, (30/5), kemarin. ( FOTO: Sulo/Cepos )
MERAUKE-Dalam rangka melengkapi cakupan dasar serta mengejar imunisasi yang tidak dapat dilaksanakan selama 2 tahun karena pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke mencanangkan bulan Imunisasi Anak Nasional, Senin (30/5).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita menjelaskan, pada prinsipnya, imunisasi sedang dilaksanakan, kegiatan yang dilaksanakan ini hanya secara simbolis. ‘’Ini hanya secara simbolis. Sebenarnya imunisasi ini sedang dilaksanakan, baik lewat Puskesmas keliling, Puskesmas maupun di beberapa fasilitas kesehatan yang ada,’’ jelasnya.
Dikatakan, tujuan dari bulan imunisasi anak nasional ini sebenarnya untuk melengkapi bahwa selama pandemi terjadi penurunan cakupan imunisasi pada anak-anak di 2 tahun terakhir ini. Penurunan itu diperkirakan antara 10-20 persen. ‘’Nah, penurunan ini harus kita tutup dan lengkapi.
Misalnya anak yang seharusnya 2 tahun kemarin harus mendapatkan imuniasi, tapi karena pandemi, dia tidak ke Posyandu dan tidak diimunisasi. Maka ini yang dikejar imuniasasinya supaya lengkap sehingga dia terlindungi. Karena kalau ini dibiarkan dengan tingkat cakupan atau perlindungan yang rendah, maka ini dapat menyebabkan herd imunitynya berkurang di masyarakat dan ini berpotensi terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk penyakit –penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,’’ katanya.
Dikatakan, imunisasi ini untuk Balita sampai anak berumur di bawah 12 tahun. Sementara PAUD dan SD diberi campak rubela. (ulo/tho)
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, mengatakan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) tentang Pertanggungjawaban…
Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua, Andry, mengatakan TPAKD bukan sekadar…
Pandangan umum Fraksi Golkar yang dibacakan Yermias Y.Y. Wouw, menyoroti nilai aset daerah Papua…
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terjadi pada Sabtu, 15…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura tetap memberikan perhatian terhadap keberadaan…
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pengendara sepeda motor bernomor polisi PA…