

Awak KMN Pelita Makmur ketika mendapatkan perawatan di RS Budan Pengharapan Merauke, Jumat (28/8). (Foto : Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke For Cepos)
Dua Masih Hilang
MERAUKE – Empat dari 6 korban kecelakaan kapal KMN. Pelita Makmur yang berhasil ditemukan selamat telah di evakuasi ke Rumah Sakit Bunda Pengharapan Merauke melalui dermaga Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan Merauke, Jumat (28/8).
Melalui siaran pers dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke yang diterima media ini menyebutkan, keempat korban selamat tersebut di evakuasi dari Torasi menggunakan kapal nelayan Cahaya Anggeli. Keempatnya saat diturunkan dari atas kapal terlihat mengalami syok usai mengalami kejadian naas di perairan Torasi.
Personil Basarnas Merauke yang tetap mengenakan baju hazmat dan personil Lantamal XI Merauke langsung mengantarkan mereka ke dalam mobil yang membawa menuju rumah sakit.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke Supriyanto Ridwan, S.E yang didampingi Komandan Satrol Lantamal XI Merauke dan Kepala Kantor Perikanan Merauke menyampaikan bahwa kondisi cuaca di lapangan berdasarkan data cuaca dari BMKG kurang bersahabat dengan ketinggian gelombang mencapai 3,5 meter serta kecepatan angin hingga 60 km/jam.
“Besok akan dikerahkan dua alat kami yaitu Sea Riders dan Speed Boat untuk mendukung anggota kami yang saat ini masih di Torasi melakukan pencarian, kami kerahkan dari dermaga Merauke, ” jelasnya.
Rumah Sakit Bunda Pengharapan menjadi rujukan bagi korban mengingat kondisi dari mereka tidak stabil dan butuh perawatan medis. Oleh karena itu, penanganan medis lebih intensif perlu dilakukan. Nanti setelahnya baru kemudian pihak rumah sakit yang akan memutuskan mana korban yang diperbolahkan pulang sesuai status kesehatan masing-masing.
Seperti diberitakan sebelumnya bahwa pada tanggal 26 Agustus lalu telah tenggelam sebuah kapal nelayan yakni KMN. Pelita Makmur akibat terhempas ombak besar di perairan Torasi Merauke. 4 (empat) korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat yaitu Banai, Anis, Tompo, dan Marsel. Keempatnya lantas di evakuasi sementara di Pos Angkatan Laut di Torasi dan kemudian pada hari ini di evakuasi ke Merauke. Sedangkan 2 awak kapal lainnya Poli dan Manto masih dalam pencarian. (ulo/gin)
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…
Namun bagi jemaat GKI Pengharapan, persoalan itu jauh lebih dalam daripada sekadar soal tanah dan…