Categories: MERAUKE

Tantangan ke Depan Semakin Berat, WKRI Harus Tumbuh Kuat

MERAUKE-  Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI)  Daerah Keuskupan Agung Merauke menggelar Konferda VI selama 3 hari, dimulai  Jumat (27/5). Ketua Panitia, Yosefa Tambonop mengungkapkan, Konferda ini untuk mendengarkan, menerima dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban  pengurus masa bakti 2017-2022, sekaligus menetapkan program serta memilih badan pengurus masa bakti 2022-2027.

Peserta 71 orang dari 14 pengurus cabang yang hadir dari total 17 cabang di 3 kabupaten, Merauke, Boven Digoel dan Mappi. Konferda  ini dihadiri dan dibuka Dewan Pengurus Presidium WKRI Pusat, Justina Rostiawati. Hadir pula Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Merauke, Pastor John Kandam, PR mewakili Uskup Agung Merauke.

Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT,  mengatakan, WKRI harus tumbuh kuat. Karena tantangannya  kedepan semakin besar. Tantangan perempuan semakin besar. Kalau dulu hanya menyusui dan membesarkan anak, sekarang anak harus dikontrol sampai handpohone yang mereka pegang. Peran itu bertambah khusus untuk perempuan. Karena semua akan berpengaruh terhadap iman.

“Sebagai wanita Katolik, maka iman katoliknya juga harus tetap teguh. Ini harus dimulai dari keluarga. Kita menjadi seorang yang besar, tapi kalau keluarga tidak bisa diurus, kita sia-sia begitu. Jadi kita harus mampu melakukan ini,’’ jelasnya.

Sebab, lanjut bupati Romanus, pancaran gereja pertama kali akan muncul dari setiap pribadi umat, setelah itu dari keluarga. Iman akan terpancar dari sana. Setelah itu keluar ke lingkungan, bisa lingkungan dimana tinggal, gereja dan tempat bekerja.

Bupati Romanus Mbaraka meminta WKRI Keuskupan Agung Merauke betul-betul bisa kerja, memiliki kerangka kerja, apalagi jika Provinsi Papua Selatan nantinya sudah datang, maka menurut bupati Romanus, pasti tantangannya akan lebih besar lagi.

‘’Dalam membuat program kerja, jangan buat yang hight cost, tapi buat program yang betul-betul dibutuhkan organisasi dan sesuai dengan kemampuan finansial. Jangan sampai saat dievaluasi, program tidak dilaksanakan karena uangnya tidak ada,’’ tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, bupati Romanus Mbaraka menjanjikan akan memberikan bantuan sebesar Rp 100 juta untuk kegiatan yang membutuhkan anggaran lebih Rp 200 juta tersebut.

Sementara itu Wakil Ketua II Presidium WKRI Keuskupan Agung Merauke, Tania Rungkat menjelaskan Konferda VI ini bertemakan WKRI ambil bagian berjuang mewujudkan Indonesia sejahtera, bermartabat, berkeadilan sosial dalam bingkai kebinekaan, dengan sub tema WKRI Keuskupan Agung Merauke bersatu bergerak mewujudkan pemberdayaan produk lokal  menuju manusia sejahtera. (ulo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

Indonesia Butuh Keseimbangan Antara Pertumbuhan dan Stabilitas

Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…

13 hours ago

Transaksi Sabu 12,35 Gram Lewat Ekspedisi Digagalkan

   IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…

14 hours ago

Pendapatan Naik Rp78 Miliar, Belanja Bertambah Rp83 Miliar

   Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…

15 hours ago

Perubahan Kehidupan Setelah Menerima Injil, Membuat Ondoafi Skouw Tergerak Hatinya

  Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…

16 hours ago

56 BLUD di Tanah Papua, Baru 4 Punya Regulasi Fleksibilitas PBJ

Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…

17 hours ago

Sidak Kelurahan Waena, Penyaluran Bansos Hingga Lingkungan Jadi Atensi

  Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…

21 hours ago