Categories: MERAUKE

Kalapas: Jangan Jadi Jagoan Dalam Lapas!

MERAUKE- Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Merauke Lukas Laksana Frans memberikan pernyataan keras kepada seluruh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Merauke. Saat memberikan remisi khusus Natal kepada warga Binaan Lapas Klas IIB Merauke yang merayakan Natal tepat 25 Desember 2021, Kalapas  mengingatkan  untuk selalu berbuat baik, mau dengar-dengaran dan  mematuhi peraturan yang ada.

    Sebab menurutnya, dengan mau dibina dan mematuhi peraturan, maka akan banyak keuntungan yang diperoleh.  “Tapi, jika mau jadi jagoan dalam Lapas, maka anda akan membusuk di dalam Lapas,” tandas Kalapas.

   Pria asal Kupang, NTT ini  mengatakan bahwa dirinya tidak bosan-bosannya menyampaikan untuk selalu berbuat baik di dalam Lapas. Karena kedepan, kata Kalapas, bagi yang mendapatkan remisi tidak hanya persyaratan  administrasi, tapi  lebih pada persyaratan subtantif.    

  “Kalau saya masih tetap jadi Kalapas sampai Natal berikutnya, saya akan menyeleksi lebih dari persyaratan administratif yang ada sekarang. Saya lebih pada persyaratan subtantif. Meski  secara hitung-hitungan sudah memenuhi persyaratan administrasi, tapi kalau persyaratan subtantif tidak layak, maka saya tidak akan usulkan untuk mendapatkan remisi. Sikap anda harus berubah,” tandasnya.

   Sebab, lanjut Kalapas, Lapas merupakan tempat membina untuk lebih baik. Karena menjadi harapan  pemerintah dimana Lapas merupakan tempat untuk membina orang yang tadinya melanggar hukum dan sebagainya dan setelah masuk lapas dan saat keluar dari Lapas mesti harus lebih baik. “Bukan tambah jahat,” tandasnya.

   Begitu juga untuk remisi Umum HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2022,  persyaratan subtantif akan menjadi pertimbangan utama dalam memberikan remisi. “Kalau anda sudah memenuhi persyaratan administratif, maka alangkah lebih bagusnya lagi kalau memenuhi syarat subtantif,” terangnya.

   Karena ada perubahan sikap dan semakin bagus dan ketika kembali ke tengah-tengah masyarakat,  maka akan diterima masyarakat kembali dengan baik.  Pernyataan Kalapas Lukas Laksana Frans ini terkait dengan  kejadian beberapa waktu lalu, dimana terjadi  pembunuhan yang dilakukan oleh sesama Napi terhadap 2 warga Lapas Merauke hanya karena termakan isu.

   Dimana kedua korban dituduh melakukan Suanggi  (Santet) terhadap seorang Napi yang meninggal saat dibawa ke RSUD Merauke. Padahal, Napi yang meninggal tersebut karena    Covid dan adanya penyakit bawaan. Untuk diketahui, dari total warga binaan Lapas Merauke 373 orang, sebanyak   204 diantaranya mendapatkan remisi.

   “Dari 204 orang yang mendapatkan remisi, 2 diantaranya  bebas setelah mendapatkan potongan pidana selama 2 bulan,” katanya.

   Kedua Napi yang bebas tersebut adalah Thomas Nuangka dan Seprianus Sae.  Sementara untuk remisi 15 hari sebanyak 17 orang, remisi 1 bulan 152 orang, 1 bulan 15 hari sebanyak 27 orang dan 2 bulan sebanyak 2 orang. (ulo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: NATAL

Recent Posts

Terlibat Politik Praktis, 3 ASN di Merauke Diberhentikan

Tiga aparatur sipil negara (ASN) yang sebelumnya terlibat dalam politik praktis telah diberhentikan dari statusnya…

39 minutes ago

Persipura Tahan Imbang Tim Promosi

Persipura dan Garudayaksa FC bermain 1-1, gol Persipura dicetak oleh talenta muda Lazarus Sinim. Meski…

2 hours ago

Duo Asing Persipura Cepat Beradaptasi

Juru taktik Persipura, Andri Ramawi mengaku kedua pemain impornya sangat cepat beradaptasi. Pemain asal Argentina…

3 hours ago

Tawuran Pelajar di Kotaraja, Anarkis dan Resahkan Warga 

  Aksi saling serang menggunakan batu, botol kaca, hingga balok kayu memaksa para pengguna jalan…

4 hours ago

Mulai 2027, Venue PON Papua Dikelola BLUD

Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi Papua menargetkan pengelolaan venue olahraga milik Pemerintah Provinsi Papua,…

5 hours ago

Gubernur Dorong Anak Kampung Koa Bersekolah di Sekolah Rakyat

Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan masa depan generasi…

6 hours ago