Categories: MERAUKE

Dinas Tanaman Pangan Minta Tambahan 3.500 Hektar 

Untuk Pengembangan Jagung di Merauke

MERAUKE- Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke meminta tambahan 3.500 hektar untuk tanam jagung, khususnya bibit di musim tanam Tahun 2022 ini. 

Sebelumnya, Kementrian Pertanian memberikan bibit jagung untuk lahan seluas 3.000 hektar, namun dikurangi dan tinggal untuk lahan 1.500 hektar. ‘’Ada alokasi pengembangan jagung untuk mendukung kawasan ekspor sekitar 1.500 hektar di Kabupaten Merauke.

Tapi, kami sedang meminta  tambahan untuk 3.500 hektar sehingga genap 5.000 hektar nanti,’’ kata Kepala Bidang Pangan, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke, Agustinus Yoga Priyanto, ST, baru-baru ini.

Kawasan-kawasan potensi untuk penanaman jagung ini, kata dia, adalah kawasan lahan kering seperti Jagebob, Muting, Ulilin dan Elikobel. Daerah-daerah ini dapat menjadi  sentra pengembangan jagung. Selain itu juga ada kawasan sentra produksi padi di musim  tanam ketiga dapat  dijadikan lahan penanaman jagung. ‘’Untuk  tanam padi ketiga bisa tetap dilakukan, tapi tidak dipaksakan. Tapi kalau tidak memungkinkan maka dapat ditanami jagung,’’  katanya.

Daerah-daerah yang bisa menjadi sentra  jagung tersebut, ungkap Agustinus Yoga Priyanto  seperti Kampung Marga Mulya dan Muram Sari di Distrik Semangga, lalu  Yabamatru di Distrik  Tanah Miring dan di Kumbe Distrik Malind.

‘’Itu juga bisa menjadi sentra jagung di musim tanam padi ketiga sehingga kita bisa memutus siklus penyakit. Sekaligus ini bisa menjadi edukasi kepada petani  sehingga mereka  juga medapatkan tambahan pendapatan selain padi,’’ terangnya.

Soal     pembeli,  Agustinus Yoga mengaku pihaknya dibantu dari BIN sedang berkomunikasi dengan sejumlah penampung dan pembeli jagung tersebut untuk masuk Merauke yang dalam 3 tahun terakhir sulit mencari pasaran.

‘’Tapi diharapkan dengan kita bisa menanam jagung seluas 5.000 hektar itu, dapat mengelola hasil jagung itu menjadi pakan ternak sehingga para peternak ayam telur maupun untuk ayam potong di Merauke nantinya tidak perlu mendatangkan pakan dari luar  tapi sudah tersedia di Merauke dengan harga yang tentunya lebih terjangkau,’’ pungkasnya. (ulo/tho)   

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

Ketergantungan Pasokan Luar Picu Gejolak Harga Pangan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua menilai tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah…

1 day ago

Aset Kendaraan Dinas Pemprov Papua Masih Bermasalah

–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah…

1 day ago

Polisi Diminta Tindak Tegas Pungli di Ruas Jalan Wisata Skori–Puay

Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat…

2 days ago

“Bagi Orang Papua, Menjaga Sagu Sama Dengan Menjaga Kehidupan”

   Festival yang berlangsung di halaman Kantor DPR Papua dan Kampus Universitas Cenderawasih itu bukan…

2 days ago

Program Jemput Bola Dukcapil Capai Hasil Positif

Program jemput bola yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus menunjukkan…

2 days ago

Bukan Masalah Stok, Tapi Praktik Kecurangan yang Dibiarkan Masif

   Menurutnya, mata rantai penyalahgunaan Solar subsidi harus segera diputus karena dampaknya sudah sangat merugikan…

2 days ago