

Di tengah guyuran hujan deras, penanaman perdana jagung di lahan khusus Papua Bersatu untuk pengembangan Orang Asli Papua di Kampung Marga Mulia, Distrik Semangga Merauke, Selasa (22/3). (FOTO: Sulo/Cepos )
Untuk Pengembangan Jagung di Merauke
MERAUKE- Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke meminta tambahan 3.500 hektar untuk tanam jagung, khususnya bibit di musim tanam Tahun 2022 ini.
Sebelumnya, Kementrian Pertanian memberikan bibit jagung untuk lahan seluas 3.000 hektar, namun dikurangi dan tinggal untuk lahan 1.500 hektar. ‘’Ada alokasi pengembangan jagung untuk mendukung kawasan ekspor sekitar 1.500 hektar di Kabupaten Merauke.
Tapi, kami sedang meminta tambahan untuk 3.500 hektar sehingga genap 5.000 hektar nanti,’’ kata Kepala Bidang Pangan, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke, Agustinus Yoga Priyanto, ST, baru-baru ini.
Kawasan-kawasan potensi untuk penanaman jagung ini, kata dia, adalah kawasan lahan kering seperti Jagebob, Muting, Ulilin dan Elikobel. Daerah-daerah ini dapat menjadi sentra pengembangan jagung. Selain itu juga ada kawasan sentra produksi padi di musim tanam ketiga dapat dijadikan lahan penanaman jagung. ‘’Untuk tanam padi ketiga bisa tetap dilakukan, tapi tidak dipaksakan. Tapi kalau tidak memungkinkan maka dapat ditanami jagung,’’ katanya.
Daerah-daerah yang bisa menjadi sentra jagung tersebut, ungkap Agustinus Yoga Priyanto seperti Kampung Marga Mulya dan Muram Sari di Distrik Semangga, lalu Yabamatru di Distrik Tanah Miring dan di Kumbe Distrik Malind.
‘’Itu juga bisa menjadi sentra jagung di musim tanam padi ketiga sehingga kita bisa memutus siklus penyakit. Sekaligus ini bisa menjadi edukasi kepada petani sehingga mereka juga medapatkan tambahan pendapatan selain padi,’’ terangnya.
Soal pembeli, Agustinus Yoga mengaku pihaknya dibantu dari BIN sedang berkomunikasi dengan sejumlah penampung dan pembeli jagung tersebut untuk masuk Merauke yang dalam 3 tahun terakhir sulit mencari pasaran.
‘’Tapi diharapkan dengan kita bisa menanam jagung seluas 5.000 hektar itu, dapat mengelola hasil jagung itu menjadi pakan ternak sehingga para peternak ayam telur maupun untuk ayam potong di Merauke nantinya tidak perlu mendatangkan pakan dari luar tapi sudah tersedia di Merauke dengan harga yang tentunya lebih terjangkau,’’ pungkasnya. (ulo/tho)
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…
Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…