

MERAUKE- Kepala Perum Bulog Sub Merauke Djabiluddin membantah jika Bulog saat sekarang ini menghentikan pembelian beras dari petani akibat gudang yang dimilikinya sudah penuh.
Ditemui di ruang kerjanya Senin (26/8), Kabulog Djabiluddin mengungkapkan bahwa pembelian beras dari petani tersebut tetap dilakukan dengan melihat space gudang bulog yang ada.
‘’Kita tetap membeli beras dair petani melalui mitra kerja kita dengan melihat space gudang kita. Kalau ada yang kosong maka kita akan segera melakukan pengisian,’’ kata Djabiluddin.
Menurut Djabiluddin, sejak Januari sampai sekarang pihaknya telah melakukan pengadaan beras sebanyak 21.000 ton dari target 29.000 ton lebih. Dari jumlah tersebut, stok yang ada di gudang bulog sekarang ini sebanyak 13.000 Ton. Sedangkan kemampuan gudang bulog yang ada sebanyak 14.000 ton. ‘’Kalau memang masih ada beras petani, kita tetap akan beli selama masih ada tempat. Karena kita kekurangan gudang penyimpanan. Karena dari gudang yang kita miliki ini hanya mampu menampung sampai 14.000 ton. Sedangkan yang ada sekarang sudah 13.000 ton,’’ jelasnya.
Dengan masih adanya tempat yang kosong tersebut, Djabiluddin mempersilakan para mitra membawa ke gudang bulog sesuai dengan persyaratan pembelian bulog. Sebab, jika tidak sesuai dengan persyaratan bulog maka beras tersebut akan dikembalikan untuk diperbaiki.
‘’Kalau tidak sesuai dengan persyaratan bulog maka kita minta dibawa pulang untuk diperbaiki sesuai dengan persyaratan beras pembelian bulog. Jadi bukan ditolak. Kalau ditolak sama sekali tidak diterima lagi. Tapi kalau dikembalikan untuk diperbaiki, maka kita akan terima kembali setelah kualitasnya sudah diperbaiki seperti masalah patahannya berapa persen, kandungan air dan sebagainya,’’ jelasnya.
Diakui Djabaluddin, bahwa pada tahun ini hasil produksi petani cukup baik, sehingga beras ditingkat petani cukup banyak. ‘‘Kita masih terus melakukan pembelian. Dari target 29.000 ton tersebut, kemungkinan pembelian kita melebihi target. Karena masih ada panen gadu yang sekarang mulai panen,’’ tandas Djabaluddin.
Ditambahkan bahwa Perum Bulog Merauke kembali akan mengirim 1.000 ton beras ke Timika, Kabupaten Mimika. Ini merupakan pengiriman ketiga di tahun 2019, setelah sebelumnya dilakukan pengiriman sebanyak 2.000 ton. (ulo/tri)
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong percepatan pelaksanaan sensus orang asli Papua (OAP)…
Vonis yang dijatuhkan Hakim Tunggal Bakti Maulana tersebut lebih berat dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut…
Kasus pembunuhan terhadap pendulang emas di tanah Papua kembali terjadi dan dinilai sebagai peristiwa berulang…
Kementrian dalam negeri menugaskan pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya untuk segera untuk menyiapkan langkah…
Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota memusnahkan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, rencana persiapan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rangka panen…