

Uskup Administrator Apostolik Keuskupan Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC saat menyerahkan surat gembala kepada pasangan calon bupati pada coffee morning di rumah Uskup, jalan Raya Mandala Merauke, Jumat (25/9). ( FOTO: Sulo/Cepos )
MERAUKE-Uskup Administrator Apostolik Keuskupan Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC menyerahkan surat kembala kepada 3 pasangan calon bupati dan wakil bupati Merauke di rumah Uskup Agung Merauke, Jumat (25/9).
Kebetulan, ketiga calon bupati yang bertarung pada Pilkada 9 Desember 2020 yakni Hendrikus Mahuze, Heribertus Silubun dan Romanus Mbaraka beragama Katolik. Surat gembala juga diserahkan kepada para penyelenggara dalam hal ini KPU dan Bawaslu, termasuk kepada Pemerintah Kabupaten Merauke, Dandim dan Kapolres serta sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, dan undangan yang hadir dalam coffee morning tersebut.
Surat gembala tersebut berupa seruan dan ajakan baik kepada pemilih maupun kepada pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada termasuk para penyelenggara. Dalam surat gembala tersebut, Uskup Mandagi mengungkapkan bahwa ada banyak calon baik katolik maupun non katolik yang akan bertarung. Beberapa di antara mereka dikenal baik oleh umat, bahkan sebagian dari kita telah membuat pertimbangan secara pribadi perihal calon mana yang layak dipilih.
“Agar pilihan kita itu sungguh tepat dan bermanfaat untuk rakyat banyak, maka kriteria pemimpin yang baik dan pantas untuk memimpin Kabupaten Merauke maupun Boven Digoel perlu kita pahami dengan baik yakni memiliki integritas moral yang teruji dan terpuji (tidak terlibat dalam praktek KKN), terbukti menghayati kejujuran, keadilan dan kebenaran dalam hidup sehari-hari,” kata Uskup.
Selain itu, memiliki komitmen untuk memperjuangkan martabat pribadi dan hak asasi manusia, mencintai dan mengusahakan perdamaian dalam kehidupan bersama dan anti kekerasan., mampu mengatasi ketidakadilan ekonomi dan berpihak kepada kaum kecil dan lemah.
“Juga memiliki wawasan dan semangat kebangsaan yang mendalam. Calon pemimpin bukanlah sosok yang berwawasan sempit , mementingkan kelompok, agama dan ras tertentu tetapi memperjuangkan kepentingan masyarakat serta menjadi pemimpin untuk semua.
Masing-masing kita boleh mengevaluasi calon pemimpin mana yang layak dan diharapkan. Satu hal yang harus kita ingat adalah janganlah memilih calon pemimpin yang korup, tidak jujur dan menghalalkan secara cara untuk mendapatkan kedudukan. Karena itu , kita perlu mengetahui rekam jejak mereka,’’ kata Uskup yang suka ceplas ceplos ini.
Pada saatnya nanti saat pencoblosan digelar yang pasti ada satu pemenang dan yang lainnya harus mengalah. “Yang menang harus dengan penuh ketulusan menghormati dan merangkul yang kalah. Sebaiknya yang kalah harus penuh ksatria menghormati yang memang dan ikhlas menerima kekalahan,” jelasnya.
Sementara itu, ketiga pasangan calon bupati tersebut sepakat dan memiliki komitmen untuk menciptakan Pilkada di Kabupaten Merauke yang aman dan kondusif. (ulo/tri)
Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…
Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…
Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…
Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…
Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…