Categories: MERAUKE

Pembangunan Ring Road Kota Dinilai Sudah Sulit

MERAUKE – Konsep pembangunan  jalan lingkar luar  kota Merauke yang dicanangkan saat Bupati   Merauke Drs Johanes Gluba Gebze, menurut   Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke Ir. HBL Tobing, M.Eng, sudah cukup sulit  untuk dilaksanakan. Sebab,    salah satu   ruas  ring road  tersebut adalah di pekuburan  umum Yobar Merauke. 

  ‘’Untuk membangun  jalan lingkar  luar kota atau ring road  seperti  konsep saat  Bupati Johanes Gluba Gebze   sudah sulit   untuk kita  laksanakan sekarang,’’ kata   HBL Tobing saat melakukan  rapat dengar pendapat  dengan DPRD Kabupaten Merauke terkait dengan pelebaran jalan Pemuda, Merauke, baru-baru ini.     

   Menurut Tobing, pembangunan ring road  tersebut sulit, karena   jalan di   Pekuburan Umum  Yobar tersebut  sudah  digali di salah satu sisinya    yang sangat dalam dan masuk ke badan jalan. Sementara di sisi  lainnya dari jalan  tersebut,   kuburan  juga sampai di pinggir  jalan.    ‘’Kuburan betul-betul sampai  ke pinggir  jalan,  sehingga kalau saya  lihat sudah sulit   untuk kita membuat ring road  kota,’’ jelasnya.

   Konsep ring road  saat pemerintahan Bupati Merauke Johanes Gluba Gebze ini sebenarnya   sudah dilakukan dengan membangun pembentukan jalan lingkar sampai  tembus ke  belakang  Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke. Hanya saja,    badan jalan lingkar yang dibangun  tersebut belum ditindaklanjuti sampai sekarang.  

    Sementara terhadap pelebaran  jalan Pemuda,   HBL Tobing mengungkapkan bahwa   jalan  ini dilebarkan  karena dengan kondisi yang ada sekarang  ini sudah padat kendaraan   baik pada pagi hari, siang  dan sore hari. Sebab, jalan     ini menjadi  jalan poros untuk  ke Sota,  Muting dan Boven Digoel serta ke lokasi eks transmigrasi dan sebaliknya.   

  Apalagi,  di traffic light  di samping SMPN 2 Merauke,   jalannya kurang  lebar sehingga mau tidak mau harus diperlebar.   Menurutnya, selain dilakukan pelebaran  jalan  yang nantinya akan  ada dua lajur, juga akan   dibangun trotoar  kiri dan kanan, sehingga pedagang   beras   yang ada di samping pagar SMPN 2 Merauke harus  dipindahkan secara permanen  termasuk penjual buah dan pinang di depan penjual beras  tersebut. 

  ‘’Jadi bukan dipindahkan sementara,  tapi secara permanen. Karena   nantinya setelah  pelebaran,   tidak boleh  lagi  balik menjual  di tempat tersebut karena  tidak ada lagi  ruang atau tempat  untuk menggelar  dagangannya.  Kalau dipaksakan, itu akan sangat beresiko,’’ tandas Tobing.  (ulo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Lima Korban Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal

Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…

1 day ago

Larangan Pungli Harus Jadi Perhatian Serius Tiap Sekolah

Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…

1 day ago

Berharap Pergumulan MRP Dapat Ditindaklanjuti Gubernur

ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…

1 day ago

Sudah 113 Kali Donorkan Darah, Bangga Karena Diberi Umur Panjang

Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…

1 day ago

Alokasikan Dana Hibah Rp11 M Untuk 500 Lembaga

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…

1 day ago

Luluskan 46 Siswa, SNK Olahraga Papua Gandeng FIK Uncen

Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…

2 days ago