

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA) Republik Indonesia Arifah Fauzi
MERAUKE– Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA) Republik Indonesia Arifah Fauzi mengatakan sampai sekarang ini perempuan dan anak masih sangat rentan terhadap kekerasan baik dalam keluarga maupun di lingkungan sekitarnya.
‘’Kami melakukan survey nasional tahun 2024 kerja sama dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, BPS dan Universitas Indonesia. Hasil survey menunjukan bahwa 1 dari 4 perempuan di Indonesia pernah mengalami kekerasan,’’ kata Arifah Fauzi pada pelantikan Pengurus DPW Muslimat NU Provinsi Papua Selatan periode2025-2030, di Merauke, Jumat (22/8).
Kemudian hasil survey kedua di tahun yang sama yang merupakan survey nasional, lanjut Arifah Fauzi bahwa pengalaman hidup dan anak tahun 2024 angkanya cukup memprihatinkan lagi. Karena 1 dari 2 anak Indonesia pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya.
‘’Kekerasan paling tinggi adalah kekerasan emosional. Kalau kita marah kepada anak kita sudah masuk dalam kekerasan sehingga angkanya menjadi cukup tinggi,’’ terangnya.
Dikatakan Arifah Fauzi, dari kementriannya memiliki SIMFONI yang merupakan system informasi online perlindungan perempuan dan anak.
Page: 1 2
“Untuk saat ini semua masih bisa terjadi. Pemain asing yang pasti kita sedang mencari. Tiga-tiganya…
Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar dokumenter biasa, melainkan…
Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang diskusi publik terkait persoalan besar yang selama ini dirasakan…
Sejak pukul 05.30 WIT panitia hari-hari besar Islam (PHBI) Provinsi Papua sudah mempersiapkan tempat di…
TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga lanjut Sebby mengancam akan terus melakukan patroli dan operasi terhadap…
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan empat warga negara asing (WNA) asal China sebagai tersangka dalam kasus…