Categories: MERAUKE

Lima ABK Eno II Merasa Ditelantarkan

Kiri ke kanan.  Masjan Sulmaila, Muhammad Hasan dan Ujang saat memberikan keterangan kepada wartawan  di Kampung Sidomulyo, Distrik Semangga Merauke, Senin, (24/1), kemarin. (FOTO:  Sulo/Cepos )

Attai: Belum Ada PHK, Saya Harap Mereka Bersabar, Nanti Kita Selesaikan

MERAUKE– Lima dari 8 Anak Buah Kapal (ABK) dari Eno II, sebuah kapal penangkap ikan asal Dobo, Maluku Tenggara diduga ditelantarkan oleh pihak yang mempekerjakan nelayan tersebut di Merauke.

Pasalnya, ke-8 KKM dan ABK kapal tersebut telah di-PHK oleh pihak yang mempekerjakan para nelayan tersebut, namun hak-hak mereka belum dibayar setelah melaut selama 3 bulan. Masjan Sulmaila,  ABK asal Dobo didampingi Kepala Kamar Mesin, Muhammad Hasan dan Ujang saat ditemui  wartawan di pelabuhan milik Zainal di Kampung Sidomulyo, Distrik Semangga Merauke mengungkapkan, lima dari 8 ABK sudah termasuk nahkoda dan KKM kapal berasal dari Dobo.

Sementara 3 lainnya adalah warga Merauke sendiri. ‘’Kalau saya dan 4 teman saya itu berasal dari Dobo. Kami diambil dari sana. Sementara 3 orang lainnya memang tinggal di Merauke,’’ kata  Masjan Sumaila,  Senin (24/1).

Masjan mengungkapkan, sejak sampai di Merauke, pihaknya  langsung di PHK sementara hak-haknya belum dibayarkan. Termasuk tidak diberikan uang makan dan rokok. ‘’Seharusnya hasil  tangkap  selama melaut itu dibagi sesuai kesepakatan, setelah itu  baru kami di-PHK. Tapi ini, kami  diberhentikan, sedangkan hak-hak kami tidak dibayar. Kami juga tidak tahu kesalahan kami,’’katanya.

Muhammad Hasan menjelaskan, selama melaut 3 bulan, hasil tangkapan sekitar 15 ton ikan, di mana sekitar 13 ton dijual ke kapal induk di tengah laut. Lalu sekitar 2 ton dibawa pulang.‘’Sistem bagi. Setelah biaya operasional dikeluarkan, kemudian sisanya itu dibagi 2 antara pemilik kapal dengan kita yang ada di kapal. Tapi ini  hasil tangkapan belum dibicarakan dan kita belum dibayar sudah langsung di- PHK,’’ katanya.

Secara terpisah, Attai pemilik dari kapal tersebut ketika dihubungi mengaku, pihaknya belum melakukan PHK terhadap ABK tersebut. Attai menjelaskan, dirinya telah berpesan  untuk bersabar karena sementara pulang Jakarta untuk merayakan Imlek. ‘’Nanti setelah pulang Imlek, baru kita jual semua hasil tangkapan itu. Kalau ada sisa dari biaya operasional baru kita bayar,’’ katanya.

Soal makan, minum, Attai mengaku  bahwa tersedia di atas kapal. ‘’Semuanya tersedia di atas kapal. Tapi, kalau ada masalah dengan tekong sehingga tidak mendapatkan makanan, itu saya kurang tahu, karena itu urusan di atas kapal,’’ jelasnya. Attai mengaku  baru kembali ke Merauke  setelah merayakan imlek sekitar 2 Februari nanti.(ulo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

LBH Desak MBG Dihentikan di Tanah Papua

   Direktur LBH Papua, Festus, mengatakan kasus tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan teknis…

3 hours ago

Kondisi Membaik, Lima Pasien Keracunan MBG Pulang

Lima pasien anak yang sebelumnya menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan  usai mengonsumsi menu Makan…

4 hours ago

Pemkot  Diminta Perhatikan Kondisi Damkar

    Barend mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi sejumlah alat utama dan peralatan operasional…

6 hours ago

Dorong Kemandirian Ekonomi, DPMK Perkuat Pembinaan BUMKam

  Kepala DPMK Kota Jayapura, Makzi L. Atanay, mengatakan BUMKam merupakan badan usaha milik kampung…

7 hours ago

11 Serpihan Proyektil Diangkat dari Tubuh Korban

   Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan bahwa kondisi Salbiah setelah menjalani operasi…

8 hours ago

Masyarakat Pesisir Jadi Sasaran Serbuan Teritorial Kodaeral X

   Menurutnya, kegiatan tersebut bukan merupakan operasi militer, melainkan akselerasi operasi bakti yang melibatkan TNI,…

9 hours ago