Categories: MERAUKE

Bupati Hengky Yaluwo Tolak Pembangunan Waduk di Kali Muyu

MERAUKE- Bupati Boven Digoel, Hengky Yaluwo menyatakan di masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati  Boven Digoel, Lexi Romel Wagiu tidak akan menyetujui rencana pembangunan bendungan atau waduk di Kali Muyu.

Alasan penolakan  itu berdasarkan  penolakan dari  masyarakat adat pemilik hak ulayat yang akan kehilangan tempat tinggal mereka untuk anak cucu mereka ketika waduk tersebut dibangun.

‘’Di masa kepemimpinan  saya dengan Wabup Lexi, tidak  menyutujui rencana pembangunan waduk di Kali Muyu tersebut,’’ kata Bupati  Hengky Yaluwo kepada wartawan di Merauke, Selasa (22/11).

  Menurut Bupai Hengky, rencana pembangunan waduk ini  ada sejak Gubernur Barnabas Suebu. Namun  berjalannya waktu, beberapa waktu lalu dimediasi oleh LMA kepada mayarakat adat di wilayah Muyu. Kemudian masyarakat adat sendiri yang ada di beberapa wilayah Sesnuk, Kombut, Niniati dan Waropko  berpendapat tidak setuju karena pertama masyarakat Muyu itu ada di 2 wilayah yakni di Indonesia dan PNG.

‘’Saudara -saudara yang ada di PNG berenacana akan kembali ke Indonesia. Kalau daerah itu dibangun waduk maka terkikislah daerah itu dan anak cucu mereka,masa depannya tidak ada. Karena daerah Muyu itu kecil saja. Karena itu, selaku pemerintah daerah , saya bersama dengan  saudara Lexi berpendapat tidak memberikan ruang untuk pembangunan waduk selama kepemimpinan  kami berdua,’’ tandas bupati.

   Bupati  Hengky Yaluwo mengaku memahami dengan pembangunan waduk tersebut akan membantu proses pembangunan di daerah dan daerah tersebut  akan mendapat akses manfaatnya.

‘’Tapi karena kami berdua berpendapat bahwa jika kami berdua  turut mendukung maka akan  disalahkan oleh  masyarakat adat. Saya dengan saudara Lexi tidak punya tanah di situ dan kami berdua mendengar dari masyarakat adat dimana  masyarakat adat sama sekali tidak mendukung terhadap pembangunan waduk   di wilayah Muyu tersebut,’’ terangnya.

   Dikatakan  Bupati Hengky Yaluwo bahwa  ada sekelompok orang yang setuju, namun itu hanya sekelompok   elit saja. ‘’Menurut kami bahwa  berdua bahwa jika ada  sekelompok elit yang mendukung, maka yang akan dirugikan masyarakat umum yang ada di daerah Muyu,”tuturnya.(ulo/tho)     

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

1 day ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

1 day ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

1 day ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

1 day ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

1 day ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

1 day ago