Categories: MERAUKE

Soal Surat Rapid Test Palsu, 8 Orang Diperiksa

Warga yang akan melakukan perjalanan keluar Merauke saat antre untuk melakukan rapid test di lantai dasar Kantor Bupati Merauke, Jumat (21/8). (Foto:Sulo/Cepos)

MERAUKE-Pihak Reserse Kriminal Polres Merauke telah melakukan pemeriksaan terhadap 8 orang sebagai saksi terkait pemalsuan surat hasil rapid test untuk perjalanan ke Kabupaten Boven Digoel.

Kapolres Merauke AKBP Agustinus Ary Purwanto, SIK melalui Kaur Bin Os Reskrim Ipda Yulius Sitanggang mengungkapkan bahwa ke-8 orang yang telah menjalani pemeriksaan tersebut terdiri dari 5 pengguna dari surat rapid test palsu tersebut, 1 pembuat surat palsu, pemilik tempat dan pelapor. “Semuanya masih diperiksa sebagai saksi,” katanya, Jumat (21/8).

Menurut Kaur Bin Ops Reskrim Yulius Sitanggang bahwa pihaknya masih mendalami kasus ini. Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Karena menurutnya, untuk menentukan tersangka akan dilakukan melalui gelar perkara.

“Masih akan dilakukan gelar perkara untuk bisa menentukan siapa-siapa yang kemungkinan menjadi tersangka,” tandasnya.

Namun lanjutnya, 6 saksi yang sudah menjalani pemeriksaan dikenakan wajib lapor setiap hari. Dikatakan, dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap para saksi maupun terhadap pembuat surat hasil rapid test palsu tersebut, berawal saat seorang pelaku perjalanan ke Kabupaten Boven Digoel meminta untuk dilakukan scan dengan mengganti identitas yang ada di dalam surat keterangan hasil rapid test.

Karena pembuat memiliki usaha jasa pengetikan sehingga pembuat melakukan scan surat rapid test dengan identitas orang lain. Kemudian meminta bayaran sebesar Rp 10.000 dengan rincian biaya ketika Rp 5.000 dan biaya scan Rp 5.000.

Karena untuk ke Boven Digoel, baik sopir maupun kenek, harus melakukan rapid test termasuk penumpang. Sekadar diketahui, tiga warga sebelumnya diamankan Polres Merauke terkait dengan temuan adanya surat hasil rapid test palsu dari sebuah usaha yang ada di jalan Sutan Syahril, Kelurahan Kamundu Merauke pada Selasa (18/8).

Dari tempat usaha jasa pengetikan tersebut, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti baik alat printer dan surat rapid test palsu untuk menjadi barang bukti. (ulo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Masyarakatnya Ramah, Minta Warisan Leluhur Seni dan Budaya Tetap Dijaga

Para turis atau Wisatawan Mancanegara ada dari negara Inggris, Argentina, Amerika Serikat, Australia dan berbagai…

30 minutes ago

147 Ribu Pengunjung dan Rp1.2 Miliar Berputar di Khalkote

Festival Danau Sentani (FDS) XV 2026 meninggalkan catatan menarik. Selama rangkaian festival berlangsung, kawasan Pantai…

1 hour ago

Kapolres Mimika Temui Kelompok yang Bertikai di Kwamki Narama

Langkah jemput bola ini dilakukan guna memediasi sekaligus mendorong kedua belah pihak menghentikan pertikaian secara…

2 hours ago

Pemkab Lanny Jaya Siapkan 3 Posko Bantuan Permanen

Pemkab Lanny Jaya juga mengambil langkah berbeda dalam penyediaan tempat penampungan bantuan untuk warganya di…

3 hours ago

FDS XV Bukan Hanya Sekadar Festival Budaya

Festival Danau Sentani (FDS) XV tidak hanya menjadi panggung seni dan budaya, tetapi juga membuka…

4 hours ago

Dua Kelompok Warga di Pintu Air Merauke Saling Serang Berdamai

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga mengatakan, insiden tersebut bermula dari ulah seorang oknum warga setempat…

5 hours ago