

Salah satu penjual beras di Jalan Sutan Syahril Merauke. Harga beras disini antara Rp 16.500-20.000 perkilonya. (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE – Kendati selama ini Merauke dijuluki sebagai lumbung pangan nasional karena merupakan salah satu daerah penghasil beras di Indonesia namun tampaknya status yang disandang tersebut tidak bisa dipertahankan lagi.
Pasalnya, produksi beras dalam 2-3 tahun terakhir ini sangat menurun menyebabkan harga beras terus melonjak naik. Saat ini di Merauke harga beras tembus Rp 20.000 perkilonya untuk beras premium jenis Thailand. Sedangkan harga terendah Rp 16.500 perkilonya.
Kepala Perum Bulog Merauke Firman Mando menjelaskan bahwa dinamika harga beras saat ini menjadi dinamika nasional.
‘’Bukan hanya di Merauke, tapi ada ratusan kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras baik medium maupun premium. Ini berkaitan dengan permintaan yang tinggi tapi karena akibat elnino kemarin yang berkepanjangan dan gagal panen sehingga stok dalam negeri berkurang. Sementara permintaan terus naikd dan meningkat sehingga memicu kenaikan harga beras,’’ kata Firman Mando di ruang kerjanya, Rabu (21/2024).
Untuk mengimbangi harga beras yang terus naik tersebut, lanjut dia pihaknya mencoba mengimbangi dengan operasi pasar dengan harga Rp 12.000 perkilo. Hanya saja, operasi pasar yang dilakukan Bulog tersebut tidak mampu menekan kenaikan harga beras di pasar. Pasalnya, beras yang beredar di Merauke sebagian sudah didatangkan pedagang dari luar Merauke.
‘’Sebagian beras yang beredar itu sudah didatangkan teman-teman pedagang dari luar Papua baik Jawa maupun Makassar dengan harga beli disana antar Rp 15.000-16.000 perkilonya, sehingga saat sampai di sini tentunya sudah naik dengan harga antara Rp 17.000 bahkan sampai Rp 20.000 perkilonya karena tadi menghitung biaya transpor dan margin keuntungan,’’ katanya.
Firman Mando menjelaskan beras yang dikeluarkan dari gudang Bulog untuk operasi pasar tersebut rata-rata 10 ton atau sekitar 10.000 kg perharinya kemudian dijual di kios –kios yang menjadi mitra bulog selama ini. Hanya saja di pasaran, sulit mendapatkan beras Bulog dengan harga Rp 12.000 perkilonya. ‘’Pasti akan cepat habis karena ada perbedaan harga yang cukup menyolok itu,’’ terangnya.
Namun begitu, Firman Mando berharap di bulan Maret nanti sudah ada petani yang panen sehingga harga beras di pasar saat ini bisa turun. ‘’Mudah-mudahan panen petani nanti bagus sehingga bisa menurunkan harga beras yang sekarang ini sudah tembus Rp 20.000 perkilonya. (ulo)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menurut Albert, peristiwa tersebut merupakan bentuk kelalaian yang mengakibatkan kerugian bagi daerah. "Aset ini dibeli…
Menurut Aflian, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata. Dukungan dan partisipasi…
Berdasarkan hasil penyelidikan awal otoritas kepolisian, pelaku melancarkan aksinya dengan skema yang terstruktur. Mereka menjanjikan…
Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…
Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…