

Mahasiswa Lapago di Kota sudi Yogyakarta saat melakukan jumpa pers, menuntut Pemerintah Provinsi Papua Pengunugan mengehntikan pembangunan Kantor Gubernur yang masih bermasalah sengeketa lahan, Senin, (17/7). FOTO:Mahasiswa For Cepos)
JAYAPURA –Mahasiswa Lapago di kota sudi Yogyakarta menuntut Pemerintah Provinsi Papua Pengunugan segera menyelesaikan masalah pro dan kontra terkait pembangunan lokasi kantor Gubernur di Wamena .
Melalui Pers Rilisnya Kepada Cenderawasih Pos, Senin, (17/7) mereka memgatakan, sejak beberapa waktu lalu masyarakat dari tiga aliansi wilayah adat Asso Lokobal, Welesi dan Wouma masih melakukan aksi penolakan masalah sengketa wilayah pembangunan kantor Gubernur Provinsi Papua Pengunungan yang belum terselesasikan hingga saat ini.
Hal tersebut diutarakan Alex Hubi mahasiswa Jayawijaya mengatakan bahwa meski ada aksi perlawanan, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan ingin memaksakan kehendak mengeluarkan stagman provokatif di media seolah-olah semua masyarakat dari tiga aliansi wilayah adat Asso Lokobal, Welesi dan Wouma menerima penempatan kantor Gubernur.
“Jangan hanya melibatkan beberapa oknum tidak bisa mengatasnamakan semua pemilik hak ulayat dari tiga aliansi ini, intinya proses Mahasiswa Lapago di Kota sudi Yogyakarta saat melakukan jumpa pers, menuntut Pemerintah Provinsi Papua Pengunugan mengehntikan pembangunan Kantor Gubernur yang masih bermasalah sengeketa lahan, Senin, (17/7) kerusakan masih bermasalah sehingga Pemerintah harus membuka ruang untuk mendengar pendapat pihak pro dan kontra,” harapnya.
Dengan melihat hal ini kata dia, perlu adanya perhatian yang serius dan respon yang serius dari Pemerintah Provinsi Pengunungan Papua, dan Delapan Bupati wilayah adat Lapago, DPRD, para Elit lokal dan tokoh Agama dapat melihat dinamika persoalan ini secara serius untuk mencari solusi bersama.“Masalah lahan ini bisa menimbulkan konflik horizontal antara pro dan kontra,” bebernya.
Mahasiswa Lapago kota sudi Yogyakarta meminta aparat TNI dan Polri yang membackup pembebasan lahan di Molama agar tidak mengintimidasi masyarakat adat sekitar areal perkebunan. (oel)
Di atas kapal megah milik PT Pelni ini, ada 2 ribu penumpang yang ikut berlayar.…
Di balik performanya yang energetik, Paulus memiliki segudang pengalaman tempur dan rekam jejak yang tidak…
Ia menegaskan, salah satu indikator yang akan menjadi perhatian pemerintah pusat adalah kemampuan pemerintah daerah…
Menurut Fakhiri, seluruh kebutuhan dapur MBG ke depan harus dipasok dari hasil pertanian, perikanan, dan…
Menurut Andry, pertumbuhan ekonomi Papua saat ini menunjukkan penguatan aktivitas domestik yang semakin baik. Dari…
Penarikan retribusi parkir di kawasan Pasar Otonom Youtefa yang dilakukan hingga malam, bahkan dini hari…