

MERAUKE- Untuk memeriahkan HUT Merauke ke-118, Panitia menggelar festival pangan, kuliner dan souvenir khas di halaman Kantor Bupati Merauke, Sabtu (15/2). Koordinator Festival Sem Binai menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan makanan khas nusantara berbagai etnis nusantara yang berdomisili di Kabupaten Merauke.
“Selain itu, memperkenalkan asosiasi kuliner Merauke serta memperkenalkan aneka kerajinan tangan yang juga diharapkan menghasilkan kerajinan khas Merauke,’’ terangnya.
Festival pangan, kuliner dan souvenir ini , jelas Sem Binem merupakan salah satu kesiapan Merauke sebagai tuan rumah PON XX tahun 2020. Sem Binem menambahkan, festival ini diikuti untuk stand bazaar sebanyak 40 peserta yang terdiri dari UMKM Kuliner 25, UMKM Kerajinan 17 bank 2 dan sponsor. Sedangkan untuk stand kuliner sebanyak 18 etnis.
Asisten III Sekda Kabupaten Merauke Yacobus Duwiri, SE, M.Si saat membuka kegiatan mengungkapkan dengan adanya festival yang dilaksanakan ini menunjukkan bahwa masyarakat Merauke sudah maju, hebat dan dapat menunjukan pangan yang ada di Merauke khususnya lokal dapat diolah menjadi makanan dalam berbagai bentuk dan cita rasa.
Yacobus Duwiri juga memberikan apresiasi kepada seluruh etnis yang ada di Merauke yang secara bersama-sama dengan etnis Marind sebagai pemilik wilayah Merauke mampu menjaga persatuan dan kesatuan selama ini. ‘’Ini yang kita katakan bineka tunggal ika, berbeda-beda tapi satu yang dikaitkan dengan mooto Kabupaten Merauke izakod bekai izakod kai satu hati satu tujuan. Artinya kita tidak mmebeda-bedakan setiap orang yang ada di daerah ini tapi kita satu,’’ katanya.
Karena itu, Duwiri mengajak seluruh etnis yang ada di Merauke untuk bersatu padu membangun dan memajukan Merauke. Pada kahir kegiatan tersebut, panitia membagikan kupon gratis dimana kupon tersebut ditukarkan dengan kue maupun makanan yang disiapkan oleh 18 etnis yang mengikuti kegiatan tersebut. (ulo/tri)
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…
Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…
Untuk mencapai pintu rimba, kami memilih menggunakan kendaraan milik warga. Pilihan ini bukan tanpa alasan.…
BPS Provinsi Papua, Emi Puspitarini, di Jayapura, Senin, mengatakan komoditas kayu masih menjadi penyumbang terbesar…
Ia menjelaskan bahwa kawasan hutan bakau di Jayapura, khususnya di wilayah Hamadi hingga Holtekamp, memiliki…