

Kepala KPLP Lapas Merauke Heince, SE, SH, dan Plh Kalapas Bekti Utomo, S.Sos saat menunjukan 2 HP yang berhasil disita petugas Lapas Merauke, Selasa, (13/6), kemarin. (FOTO:Sulo/Cepos)
MERAUKE–Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Merauke berhasil menyita 2 Handphone (HP), Selasa (13/6). Satu HP tersebut berhasil digagalkan dari seorang pengunjung yang datang berkunjung membawa pakaian terhadap salah satu warga binaan yang ada di dalam Lapas Merauke.
Sementara 1 HP lainnya disita dari seorang warga binaan yang sudah menjalani masa pidana selama kurang lebih 2 tahun.
Kepala KPLP Heince, SE, SH saat ditemui media ini mengungkapkan, satu HP android warna merah yang disita dari dalam kamar Lapas Merauke tersebut berkat laporan masyarakat, di mana warga binaan tersebut sempat menelepon warga yang ada di Kampung Kanami, Distrik Assue, Kabupaten Mappi.
‘’Intinya meresahkan, karena warga binaan yang ada di dalam ini mengancam orang yang dia hubungi itu, sehingga mereka mengadu ke kami. Sehingga melalui pengaduan itu, kami panggil warga binaan yang bersangkutan dan benar, ternyata dia menyimpan HP dalam Lapas selama kurang lebih 2 tahun,’’ jelasnya.
Menurutnya, setiap ada pemeriksaan yang bersangkutan selalu lolos dari penggeledahan. ‘’Dia selalu berhasil menyembunyikan HP itu ketika ada pemeriksana dan pengeledahan. Karena menurut dia, HP ini dibawa sejak masuk ke Lapas,’’ jelasnya.
Karena berhasil menyembuyikan HP dalam Lapas tersebut, menurut Heince, warga binaan yang bersangkutan akan diberi sanksi penempatan dalam ruang khusus.
Sementara HP lainnya, jelas dia, disita dari seorang pengunjung yang mencoba menyelundupkan HP tersebut lewat pakaian yang dibawakan seorang warga binaan Lapas Merauke.
‘’Kita juga menyita obat komix karena mau memasukan ke dalam Lapas dengan jumlah banyak. Kita sita karena kalau minum terlalu banyak, bisa membuat mabuk. Kalau ada yang sakit dan butuh obat, maka hanya dikasih satu kali minum oleh petugas kesehatan kita. Tidak boleh lebih dari 1 kali minum,’’ terangnya. (ulo/tho)
Penyidik Polres Merauke menetapkan MR (31), ayah kandung korban, sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap…
Ketua Koordinator Penghubung Komisi Yudisial RI Wilayah Papua, Dr. Methodius Kossay, S.H., M.Hum., CT., CMP,…
- Angka kemiskinan di Kota Jayapura mengalami peningkatan menjadi 12,03 persen pada 2025. Kondisi tersebut…
–DPR Papua meminta Pemerintah Provinsi Papua memastikan pengelolaan Dana Cadangan senilai Rp134,02 miliar dilakukan secara…
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura mengungkap dugaan penyalahgunaan izin tinggal yang dilakukan dua warga…
BEM menunjukkan dokumen rekam medis RSUD Abepura tanggal 15 Agustus 2026 dimana dalam dokumen pemeriksaan…