Categories: MERAUKE

Tekan Inflasi, Pemprov Akan Berikan Subsidi untuk Cabai Rawit

MERAUKE– Kabupaten Merauke dibulan Juli 2025 mengalami inflasi tertinggi di Indonesia, yakni sebesar 5,45 persen.  Inflasi yang sangat tinggi tersebut disumbangkan dari produk sayur-sayuran, Cabai dan bawang. Untuk sayur-sayuran berupa kangkung, sawi putih, bayam dan sayur lainnya. Sementara untuk cabai yakni cabai rawit, kemudian bawang merah dan bawang putih.

Dalam rangka menekan inflasi di bulan Agustus 2025, pemerintah Provinsi Papua Selatan melakukan langkah-langkah dengan memberikan subsidi kepada petani sayur-sayuran, Cabai rawit dan p[dagang dengan menggunakan mata anggaran Biaya Tak Terduga Daerah (BTTD) 2025.

Asisten II Setda Provinsi Papua Selatan Sunarjo, yang juga Ketua TPID Papua Selatan kepada wartawan mengungkapkan, bahwa inflasi Kabupaten Merauke yang sangat tinggi 5,45 persen di bulan Juli 2025 disebabkan karena kangkong, bayam dan Cabai .

‘’Hasil perhitungan perhitungan BPS kemudian gubernur dan bupati dipanggil ke pusat untuk memberikan penjelasan tentang kenaikan inflasi. Sebagai staf beliau dan sebagai penanggung jawab inflasi provinsi Papua Selatan, kami sudah rapat menindaklanjuti semua dengan mengumpulkan pengumpul dan petani Cabai di Merauke,’’ katanya.

Hasil dari pertemuan itu, disepakati harga dari petani untuk komoditi cabai Rp 100.000 untuk saat ini. ‘’Kita akan melakukan intervensi harga dengan menggunakan PTTD kami ke petani kurang lebih 15.000 dan pengumpul Rp 15.000. sehingga harga cabai di pasar kemungkinan di kisaran Rp 80.000 perkilo,’’ jelasnya.

Sebenarnya, lanjut dia, ada cara lain yang bisa ditempuh dengan mendatangkan cabai dari Makassar dengan harga saat ini Rp 24.000 perkilo. Namun lanjut dia, dengan cara ini akan mematikan petani cabai di Merauke, sehingga cara paling bijak adalah dengan melakukan intervensi subsidi kepada petani cabai dan pengepul.

‘’Anggaran PTTD kita Rp 5 miliar. Dari dana itu sebagian akan kita gunakan.Tarulah 500 kilo yang kita intervensi dikalikan Rp 30.000 perkilo. Jika dalam 1 minggu 2 kali intervensi kita lakukan tinggal dikalikan,’’ jelasnya.

Mantan Wakil Bupati Merauke ini berharap, dengan intervensi yang dilakukan ini, maka inflasi bulan Agustus yang hitungannya ditampilkan di awal bulan September 2025 bisa turun atau normal kembali. (ulo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Masih Syok! Sulit Lupakan Kenangan Tinggal di Rumah yang Kini Telah Hangus

  Para ibu tampak lebih banyak berbaring dan beristirahat di dalam tenda. Sementara sejumlah bapak…

9 hours ago

Mitos atau Fakta, Terlalu Banyak Makan Kacang Goreng Bisa Menyebabkan Jerawat?

Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…

10 hours ago

Pemerintah Klaim Pengangguran Turun 4,65%

Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…

11 hours ago

Anggaran Podcast Kemenkop Capai Rp103 Miliar Dipertanyakan

Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…

12 hours ago

Malaysia dan Brunei Bawa Kabut Asap Kalimantan ke ASEAN

Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…

13 hours ago

Kepadatan Pengunjung Jadi Tantangan, Sepanjang Jalan rezeki Terus Mengalir

Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…

14 hours ago