M. Guntur Ohoiwutun yang akan menjadi pemateri dalam sosialisasi itu mengatakan bahwa adanya penolakan dari sebagian peserta tersebut sebelum diskusi karena mereka trauma dengan pembangunan yang membawa dampak negarif menurut mereka.
‘’Pro kontra itu sebenarnya hal biasa. Tapi kalau dilihat, mereka berangkat dari ketakutan sumber daya alam mereka yang digrogoti atau diambil oleh investor atau pihak lain. Itu saja intinya sebenarnya,’’ katanya.
Soal pemekaran, Guntur menilai bahwa apa yang akan disampaikan dalam diskusi ini baru sekadar wacana. Namun karena sudah terbentuk pandangan bahwa negatifnya lebih banyak, meski ada yang pro terhadap pemekaran.
‘’’Tentu ada dampak positif dan negative terhadap sebuah pemakaran. Tapi rasa-rasanya, dampak positif yang lebih banyak sebenarnya dari negatifnya,’’ pungkasnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Di balik lembaran berkas perkara yang menumpuk, ada kisah-kisah pilu tentang biduk rumah tangga yang…
Kepolisian Resor (Polres) Mimika tengah menyelidiki kasus penganiayaan berat yang menimpa seorang petugas keamanan swasta…
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua selaku Kepala Operasi (Kaops) Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol…
elayanan kesehatan di daerah pedalaman Mimika masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan fasilitas dan kebijakan…
Pertemuan tersebut membahas rencana pembukaan dan pengembangan lahan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan…
Kepala SMA Negeri 1 Sentani, Kelasina Yanggroseray, meminta para orang tua siswa memahami keterbatasan daya…