

Polres Merauke dipimpin Kabag Ops Kompol Viky Pandu, SIK, SH, MH saat menertibkan tukang parkir liar mulai Sabtu dan Minggu, (13/3). (FOTO: Humas Polres Merauke for Cepos)
MERAUKE- Rencana sekelompok warga dari Belakang RSUD Merauke menyerang ke Yobar Kampung berhasil digagalkan Kepolisian Resor Merauke, Senin (4/4) sekitar pukul 07.30 WIT, kemarin. Rencana penyerangan ini sebagai balas dendam atas adanya seorang warga belakang RSUD Merauke yang dikeroyok oleh warga Yobar Kampung saat korban sedang melintas di jalan tersebut pada Mingggu (3/4) malam.
Kapolres Merauke AKBP. Ir Untung Sangaji, M.Hum melalui Kabag Ops Kompol Viky Pandu, SIK, SH, MH, kepada wartawan ditemui membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, rencana penyerangan ini dilakukan sekelompok warga dari belakang RSUD Merauke dengan menggunakan sekitar 3 pickup dengan membawa alat tajam menuju Yobar Kampung.
Mendapat laporan adanya pergerakan warga itu, pihaknya segera menurunkan personel untuk mengantisipasi terjadinya bentrok antara dua kelompok warga tersebut. ‘’Sebelum kedua kelompok saling berhadapan, kita sudah tiba di TKP dan memberikan pemahaman kedua kelompok warga tersebut,’’ jelas Kabag Ops.
Diungkapkan, rencana penyerangan ini sehubungan dengan adanya warga belakang RSUUD Merauke yang keroyok oleh warga Yobar Kampung saat melintas di Yobar Kampung. ‘’Sebenarnya malam itu sudah diselesaikan dengan kekeluargaan, tapi kemungkinan ada pihak yang mencoba memanasi situasi membuat sekelompok warga dari belakang RSUD yang tak terima menuju ke Yobar Kampung,’’ jelasnya.
Dikatakan, setelah kedua kelompok tersebut berhasil diredam, selanjutnya kedua belah pihak untuk kasus ini disepakati untuk diproses lebih lanjut, dimana pihak korban melaporkan kasus pengeroyokan itu ke SPKT. ‘’Tadi warga yang dari belakang RSUD Merauke sudah kita pulangkan, dan kasus pengeroyokan itu akan ditindaklanjuti dengan proses hukum,’’ pungkasnya.
Sehubungan dengan itu, Kabag Ops meminta kepada masyarakat jika ada kasus seperti ini untuk masing-masing menahan diri dan tidak terpancing dengan informasi yang belum tentu benar yang dapat memperkeruh situasi yang ada. (ulo/tho)
“Untuk saat ini semua masih bisa terjadi. Pemain asing yang pasti kita sedang mencari. Tiga-tiganya…
Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar dokumenter biasa, melainkan…
Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang diskusi publik terkait persoalan besar yang selama ini dirasakan…
Sejak pukul 05.30 WIT panitia hari-hari besar Islam (PHBI) Provinsi Papua sudah mempersiapkan tempat di…
TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga lanjut Sebby mengancam akan terus melakukan patroli dan operasi terhadap…
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan empat warga negara asing (WNA) asal China sebagai tersangka dalam kasus…