Ia menyebutkan, anak-anak, ibu hamil, lanjut usia serta masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan seperti asma menjadi kelompok yang lebih sensitif terhadap paparan asap.
Dinas Kesehatan juga terus melakukan pemantauan terhadap kemungkinan peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebagai dampak perubahan cuaca dan polusi udara akibat karhutla.
“Dalam beberapa minggu terakhir, bahkan dalam tiga bulan terakhir, kasus infeksi saluran pernapasan memang ada peningkatan, tetapi belum terlalu signifikan,” katanya.
Selain ancaman asap, masyarakat juga diminta mewaspadai risiko dehidrasi akibat cuaca panas dan keterbatasan air bersih. Masyarakat diimbau tetap mencukupi kebutuhan cairan tubuh meskipun dalam kondisi kemarau. “Dalam situasi kekeringan ini masyarakat harus tetap minum air yang cukup. Jangan sampai kita mengalami dehidrasi,” jelasnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Tim Opsnal Polsek Sentani Timur berhasil mengungkap kasus pencurian kabel tembaga jaringan listrik di Stadion…
Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Selatan…
Mewakili puluhan anggota dewan tersebut,Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Yalimo, Simon Walilo, menegaskan bahwa dari…
Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, menyatakan bahwa penanganan wilayah pedalaman dan pegunungan membutuhkan pendekatan…
Sebanyak 115 butir telur burung paruh bengkok yang berhasil diamankan saat diselundupkan melalui bagian kargo…
Menurut Alberth, pemasangan CCTV tidak hanya dibutuhkan di kawasan Ring Road, tetapi juga di seluruh…