Categories: MERAUKE

Hadapi Kendala, Banyak BTS di Asmat Belum Terbangun

Dari 194 BTS baru 60 yang sudah Siap on air

AGATS-Upaya Kementerian Kominfo melalui BAKTI untuk membangun infrastruktur jaringan telekomunikasi dan internet di daerah 3 T (Terluar, Tertinggal dan Terisolir), nampaknya tidak semudah membalik tangan.  Seperti halnya pembangunan infrastruktur BTS di Kabupaten Asmat. Dari target pembangunan sebanyak 194 BTS, ternyata sampai saat ini baru terbangun 60 BTS.

Terkat progress pembangunan BTS ini, juga menjadi perhatian serius dari anggota Komisi I DPR RI dari Dapil Papua, Yan P Mandenas, SSos, MSi yang meninjau langsung beberapa titik pembangunan BTS, baik di Agats, ibu kota Kabupaten Asmat maupun di beberapa distrik lainnya, seperti di Distrik Akats dan Kampung Kletew.

Menurut Jhon Tirayoh, Staf Direktorat Infrastruktur Divisi Backbone BAKTI (Badan Aksesbilitas Komunikasi dan Informasi) Kominfo RI mengungkapkan bahwa dari 194 BTS yang akan dibangun di Kabupaten Asmat sejak tahun 2019, diakui memang baru 60 yang sudah on air atau siap beroperasi, sementara sisanya masih dalam progress. Ada 120 lokasi BTS yang material sudah on site, tinggal dilakukan pengerjaan.

“Untuk daerah 3 T ini, tim memang mengalami kendala, terutama menyangkut pengiriman material, cuaca ekstrem yang membuat sulita pengiriman material,”ungkapnya.

Meski begitu, pihaknya tetap memantau dari pusat, sekaub di wilayah ada site auditor yang memantau. Terkait dengan target yangmasih jauh, BAKTI Kominfo akan minta konsorsium atau penyedia jasa untuk menambah tim di area yang dirasa masih kurang. “Selain tambah sumberdaya manusia supaya lebih maksimal, kita harapkan juga ada pemberdayaan masyarakat lokal untuk bantu pengerjaan BTS ini,”tandasnya.

Diakui pembangunan memang butuh waktu, selalui survey yang butuh waktu hampir satu bulan, pembangunan juga tidak bisa dilakukan serentak, harus bertahap, mulai dari pagar pengaman, tower, pemasangan visat, BTS, panel surya dan lainnya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI Dapil Papua Yan P Mandenas, SSos, MSi mengungkapkan bahwa dari hasil kunjungannya ke beberapa lokasi BTS di Agats dan distrik lain di Kabupaten Asmat ini, diakui memang ada beberapa kendala yang harus dihadapi dalam pembangunannya.

Pertama di Agats untuk distribusi material harus lewat sungai dan laut. Dari pelabuhan Timika dibawa menuju Pelabuhan Agatas, baru distribusikan lagi ke titik-titik BTS lewat jalur sungai.

Kedua, kondisi di Asmat sedikit berbeda dengan daerah lain, dimana struktur BTS harus dibangun di rawa. Perlu ada ekstra tambahan pondasi, supaya kontruksi yang dibangun kuat, karena ada pasang surut air dan hujan.

“Di Asmat waktu saya datang pada tahun 2019 lalu tidak ada signal, tapi saat datang lagi kini sudah on air. Bakti Kominfo sudah bisa berikan akses telekomunikasi di tempat ini,”ujar Mandenas. (tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: DPR RI

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

5 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

6 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

7 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

8 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

9 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

10 hours ago