Categories: MERAUKE

KPU Boven Digoel Usulkan PSU Diundur 17 Juli

MERAUKE-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boven Digoel mengusulkan ke KPU RI  untuk pemungutan suara ulang (PSU) yang sebelumnya ditetapkan tanggal 7 Juli diundur ke  tanggal 17 Juli mendatang. 

   Ketua KPU Kabupaten  Boven Digoel Helda Ambai menjelaskan bahwa usulan pengunduran ke tanggal 17 Juli 2021 tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama dari rapat pleno yang dilakukan antara KPU dan Bawaslu Kabupaten Boven Digoel dengan melihat ketersediaan  logistik dan APD di Kabupaten Boven Digoel. 

   “Awalnya, kita  tetapkan   tanggal 7 Juli, tapi karena masalah anggaran  yang kita terima ini  juga mengalami keterlambatan sehingga  mempengaruhi seluruh proses yang Sudha kita tetapkan. Karena itu, dalam rapat pleno kemarin, diusulkan PSU dilaksanakan  17 Juli mendatang. Kami sudah mneyurat ke  KPU RI terkait usulan ini,’’ kata Helda Ambai. 

   Dijelaskan, bahwa logistik yang disiapkan KPU adalah logistik pemilihan dan  pelindung diri. Kalau dilihat dari tahapan mulai dari penganggaran yang  kegiatannya  molor yang seharusnya diselesaikan di bulan April tapi bergeser di bulan  akhir Mei yakni 20 Mei  dimana Pemerintah Boven Digoel dan KPU Boven Digoel baru menandatangani NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) sehingga sesuai dengan SK 221 tentang program an jadwal yang mana kesiapan logistik seharusnya dimulai sejak bulan April. “Tapi karena keterlambatan  transferan anggaran dari pemerintah daerah sehingga KPU  Boven Digoel baru menerima transfer anggaran pada 7 Juni tahun 2021,” katanya. 

   Karena transferan dana yang terlambat itu karena harus dilakukan lelang dan persiapan administrasi sampai proses cetak dan kirim. “Untuk logistik  sampai dengan proses cetak dan dikirim sehingga ada 2 logistik pemilihan diperkitakan akan rapung pada 2 Jpemilihan diperkirakan baru rampung pada 2 Juli.”ungkapnya.

   Sedangkan untuk APD diperkirakan baru tiba di Merauke pada 5 Juli melalui kapal Cargo dan sampai di Boven Digoel tangal 8 Juli. Dalam hal proses pengepakan, KPU membutuhkan 2-3 hari untuk persiapan APD tersebut, sehingga setelah menghitung etimasi  waktu, kami KPU Boven Digoel membutuhkan waktu selama 11 hari yakni mulai adanya logistik di Boven Digoel pada tanggal 2  Juli dan pada tanggal 5 Juli untuk logistik APD, ditambahkan 6  hari distribusi sehingga diibutuhkan 11 hari. 

    “Karena itu disepakati dan diusulkan 17 Juli PSU digelar di Boven Digoel,”jelas Helda yang mengaku  pihaknya masih menunggu  putusan dari KPU RI terkait dengan usulan  tersebut. (ulo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Pendapatan Negara di Papua Tembus Rp2,9 Triliun

Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…

2 hours ago

Persipura Bermarkas di Gelora Delta Sidoarjo

Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…

3 hours ago

Libatkan Pemda dan Masyarakat Adat Atau Hentikan!

Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…

4 hours ago

Boyolali Dinilai Cocok Bagi Persipura

Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…

4 hours ago

Selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan MBG

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…

5 hours ago

Petugas Avsec Bandara Sentani Gagalkan Penyelundupan 940 Gram Ganja

Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…

5 hours ago