

Anggota Granat Keerom saat memberikan sosialisasi bahaya narkoba di salah satu SD di Kabupaten Keerom belum lama ini. (FOTO:Eryck / Cepos)
KEEROM – Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kabupaten Keerom intens mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Keerom dalam membasmi peredaran ganja di Negeri Tapal Batas, Keerom.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten Keerom bersama dengan TNI/Polri sedang gencar melawan peredaran ganja di Kabupaten Keerom. Berbagai upaya terus dilakukan, seperti penangkapan, penindakan serta sosialisasi.
Pemerintah dan TNI/Polri tidak sendirian, organisasi Granat Keerom juga intens memerangi ganja dengan menyambangi pihak-pihak sekolah tingkat SD, SMP dan SMA untuk memberikan edukasi terkait bahayanya ganja di kalangan pelajar.
Peran Granat dalam mendukung program pemerintah memberantas Narkoba jenis ganja di Keerom dengan memberikan pemahaman tentang bahaya ganja kepada para pemuda.
“Kami intens memberikan sosialisasi di sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA di wilayah Kabupaten Keerom,”ungkap Ketua Granat Keerom, Ety Buwani kepada Cenderawasih Pos, Senin (11/9).
Dia juga menyebutkan jika peredaran ganja di Keerom masih menjadi ancaman besar bagi generasi masa depan Keerom. “Peredaran ganja cukup berbahaya, karena arusnya sangat kencang. Seperti sungai yang tenang dan dalam. Di permukaan tenang, tapi arusnya kencang di bawah. Nyaris tak terlihat tapi cukup menghancurkan masyarakat di Kabupaten Keerom, secara khusus generasi muda Keerom,” ujarnya.
Ety menilai peredaran ganja di Keerom masih intens. Sehingga butuh kerjasama seluruh pihak untuk mengatasi ganja di Keerom.
“Salah satu kendala juga, karena kurang perhatian dari semua lapisan masyarakat akan bahaya ganja. Situasi ini bukan hanya menjadi tanggungjawab Pemerintah, pihak TNI/Polri, tapi juga semua lapisan masyarakat,” pungkasnya. (eri/ary)
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…
ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…