

Wakapolres Keerom Kompol D. Pieter Kalahatu saat menyerahkan bibit secara simbolis di Dusun Yawaruf, Kampung Asyaman, Kabupaten Keerom, Kamis (27/6).
KEEROM – Polres Keerom melakukan upaya peningkatan ketahanan pangan dengan membagikan bibit cabai kepada petani di Kabupaten Keerom, tepatnya di Dusun Yawaruf, Kampung Asyaman, Kabupaten Keerom, Kamis (27/6).
Kapolres Keerom AKBP Christian Aer diwakili Wakapolres Keerom Kompol D. Pieter Kalahatu, secara langsung membagikan bibit cabai kepada petani. Pembagian bibit cabai merupakan bagian dari program pemberdayaan ketahanan pangan masyarakat, guna memaksimalkan hasil pertanian mereka.
Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Polres Keerom dalam menyambut HUT Bhayangkara tahun 2024. Sekaligus bertujuan untuk meningkatkan perekonomian Dusun Yawaruf melalui swasembada pangan, dengan harapan dapat memberikan hasil yang lebih maksimal bagi kesejahteraan para petani di Kabupaten Keerom.
“Dengan adanya kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian yang sudah kami lakukan, kiranya dapat berdampak positif bagi para petani dan warga sekitar guna meningkatkan taraf hidupnya,” kata Wakapolres Keerom.
Petani pun memberikan ucapan terima kasih kepada Kapolres dan Wakapolres serta semua anggota Polres Keerom atas pemberian bibit cabai tersebut. (eri/ary)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura terus memperkuat…
Banyak anak muda akhirnya hanya membawa map lamaran dari satu kantor ke kantor lain tanpa…
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Bandara Sentani IPTU Wajedi, didampingi Kanit Binmas AIPTU…
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) menggelar tatap muka bersama para wajib pajak…
Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…