Categories: BIAK

Kapolres Minta Maaf Sampaikan Polisi Tak Anti Kritik

BIAK– Kapolres Biak Numfor angkat bicara kepada publik, terkait dengan pemukulan seorang warga sipil yang dilakukan oleh oknum polisi saat melakukan orasi di depan Kantor Kepolisian Resor Biak Numfor.

Hal itu mengakitbatkan peredaran video yang menunjukkan pemukulan seorang warga sipil oleh oknum polisi saat orasi di depan Kantor Kepolisian Resor Biak Numfor beberapa waktu lalu.

Kapolres Biak Numfor, AKBP Arie Trestiawan  menyayangkan perilaku oknum Polisi yang melakukan pemukulan terhadap warga sipil bernama Yahn Muabuai (39).

“Saya sebagai Kapolres Biak Numfor sangat menyayangkan perilaku oknum anggota Polres Biak Numfor yang melakukan hal tersebut,” ucap Kapolres, Jumat (26/7) malam.

Ia menyampaikan apabila oknum tersebut bersalah akan ditindak tegas sesuai prosedur. Iapun kembali menyampaikan permohonan maaf atas perilaku anggotanya tersebut.

“Kami juga minta apabila ada kritik dan saran atas kinerja Kepolisian khususnya Polres Biak Numfor agar dilakukan secara prosedural dan kami akan terima itu sebagai masukkan dan sebagai bahan evaluasi kami untuk meningkatkan kinerja kami agar kedepan lebih baik lagi,” tuturnya.

“Kami tidak anti kritik dan akan menerima apapun masukkan dan saran dari masyarakat,” imbuhnya.

Untuk diketahui, kejadian yang beredar dalam video tersebut terjadi pada Jumat (12/7) saat persiapan pelaksanaan upacara pedang pora. (il/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Seorang Sopir Maxim Dibekuk Terciduk Jual Puluhan Amunisi

Pelaku yang berprofesi sebagai sopir transportasi online (Maxim) ditangkap di Jalan Manokwari, tepatnya di samping…

21 hours ago

Kasus Pembakaran Anak di Sentani Harus Tuntas

Selain penegakan hukum, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan perlindungan anak dan pola pengasuhan dalam keluarga…

22 hours ago

Tujuh Jadi Tersangka Pembunuhan Pilot AMA

Ketujuh tersangka masing-masing berinisial MB, AB (23), LS (26), DA, NS, KB, dan SP. Seluruhnya…

22 hours ago

Lapangan Terbang Rawan Mulai Didata

Langkah ini diambil sebagai respons cepat pasca-insiden pembakaran pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA)…

23 hours ago

Masyarakat Berhak Tahu Kemana Dana Cadangan Papua Mengalir

Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih, Yakobus…

23 hours ago

Cafe dan Resto di Holtekamp Jadi Sumber Pajak Menjanjikan

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Jayapura, Rory Cony Huwae, mengatakan penyumbang terbesar penerimaan pajak…

24 hours ago