

Plh. Sekda Biak Numfor, Samuel Rumaikeuw, SH saat menyematkan tanda peserta pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana, di Aula Yesokabi, Rabu (26/11). // FOTO : FIKTOR PALEMBANGAN/CENDERAWASIH POS
BIAK-Pemerintah Kabupaten Biak Numfor kembali melakukan pelatihan dan pencegahan mitigasi bencana. Pelatihan ini dinilai sangat penting dalam rangka mengurangi resiko dampak bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi, mengingat Kabupaten Biak Numfor dinilai sebagai wilayah yang rawan bencana cuaca ekstrem, gempa bumi dan tsunami.
“Kondisi geografis dan alam Biak Numfor memiliki potensi resiko terhadap berbagai jenis bencana, baik alam maupun non-alam,” kata Kepala BPBD Kabupaten Biak Numfor, Lot L. Yensenem. S.Sos.,M.Si disela-sela pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana, di Aula Yesokabi, Rabu (26/11).
Oleh karena itu, upaya preventif dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat menjadi sangat penting dan mutlak dilakukan untuk menyikapi posisi Kabpaten Biak Numfor yang cukup rawan terhadap terjadi berbagai bencana alam. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan dan mitigasi bencana bagi masyarakat dan aparatur terkait.
“Bencana memang tidak dapat kita hindari sepenuhnya, namun dampaknya dapat kita minimalkan melalui tindakan pencegahan dan mitigasi yang efektif,” kata Bupati Markus O. Mansnembra dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Plh. Sekda, Samuel Rumaikeuw, S.H saat membuka pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana.
Dikatakan, Pemerintah daerah Biak Numfor sangat mendukung kegiatan kesiapsaiagaan, salah satunya melalui pelatihan kepada masyarakat ataupun stakeholder lainnya.
Kegiatan pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana yang digelar ioleh BPBD Kabupaten Biak Numfor diikuti 150 orang, peserta adalah masyarakat dan perwakilan dari masing-masing instansi atau stakeholder terkait.(ito/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…
Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…
Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…
Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…
Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…