

BIAK-Pihak Manajemen RSUD Biak terus melengkapi berbagai peralatan kesehatan dalam menunjang pelayanan secara maksimal kepada masyarakat. Salah satunya yang kembali akan didatangkan adalah alat cuci darah (Hemodialisa) sebanyak 6 unit. Dengan begitu, maka. RSUD Biak bakal memiliki 11 unit alat cuci darah, karena saat ini sudah ada 5 unit.
Plt. Direktur RSUD Biak dr. Ricard Ricardo Mayor, M.Kes mengungkapkan bahwa jumlah pasien gagal ginjal yang memerlukan alat cuci darah jumlahnya tergolong banyak. Oleh karena itu, 5 unit mesin Hemodialisa yang saat ini cukup membantu masyarakat, hanya saja jumlahnya masih terbatas sehingga perlu dilakukan penambahan.
“Kami tahun 2019 ini akan menambah 6 alat cuci darah, penambahan itu tentunya penting dalam rangka memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya pasien. Sebanyak 5 alat cucih darah yang kami miliki saat ini memang masih kurang,” ujarnya kepada Cenderawasih Pos.
Dikatakan, masyarakat yang mengalami gagal ginjal dengan penambahan 6 unit alat baru tentunya akan terlayani lebih cepat dan tidak harus antri lama. Pijar RSUD Biak secara berkesinambungan juga akan tetap memberikan perhatian terhadap jumlah alat Hemodialisa tersebut.
“Dulunya mengalami gagal ginjal lalu cuci darah harus dikirim ke luar, misalnya ke Makassar atau ke Jayapura. Nah, sekarang alat Hemodialisa ini sudah ada, maka pasien yang gagal ginjal tidak perlu lagi keluar, namun cukup datang di RSUD Biak karena mesin cuci darah sudah ada,” tandasnya.
“Kalau peralatan kesehatan untuk menunjang peningkatan pelayanan RSUD Biak tergolong sudah mulai lengkap, kami juga memiliki alat CT Scan 128 Slide dan sejumlah peralatan kesehatan lainnya. Memang yang menjadi kendala saat ini, dokter spesialis untuk beberapa keahlian tertentu ini akan menjadi perhatian serius kami,” kata dr. Mayor menambahkan.(itb/tri)
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…