

Wakil Komandan Satuan Tugas (Satgas) Operasi Trisila, Kolonel Laut (P) Yohannes Upang, didampingi Komandan KRI Panah 626 Letkol Arif Wangsa, Komandan KRI Teluk Wondama 527 Letkol Juni Hadi Purnomo, memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (24/6) kemarin. (foto:Ismail/Cenderawasih Pos)
Operasi Trisila Singgah di Biak
BIAK– Dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), KRI Teluk Wondama 527 dan KRI Panah 626, bersama satu Pesawat CN 235 Angkatan Laut, singgah di Pelabuhan Biak sebagai bagian dari Operasi Trisila yang digagas oleh Komando Armada III.
Kunjungan yang berlangsung sejak Selasa (24/6) hingga Sabtu (28/6) ini mengusung misi triple-threat: menjaga keamanan laut, melatih profesionalisme prajurit, dan menjalin kedekatan dengan masyarakat.
Wakil Komandan Satuan Tugas (Satgas) Operasi Trisila, Kolonel Laut (P) Yohannes Upang, didampingi Komandan KRI Panah 626 Letkol Arif Wangsa, Komandan KRI Teluk Wondama 527 Letkol Juni Hadi Purnomo, dan Perwira Seksi Operasi Satgas Mayor Army, menjelaskan bahwa Operasi Trisila ini berlangsung selama 37 hari. Biak menjadi persinggahan ketiga setelah Ternate dan Morotai, sebelum melanjutkan perjalanan ke Jayapura, Nabire, Manokwari, dan kembali ke Sorong.
“Operasi ini menggabungkan tiga kegiatan sekaligus,” terang Kolonel Yohannes Upang.
“Pertama adalah kegiatan keamanan laut, menciptakan rasa aman bagi seluruh pengguna laut. Kedua, latihan. Kami selama lintas laut melaksanakan latihan, termasuk membawa Satgas Marinir untuk latihan pendaratan di Morotai, tempat yang pernah menjadi lokasi pendaratan Sekutu di bawah pimpinan Jenderal Mc Arthur.”
Page: 1 2
Dalam perkara tersebut, nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp11.719.700.000. Sementara berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan…
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke tengah menggodok penetapan status kedaruratan bencana terkait kebakaran hutan dan lahan…
Meski kobaran api utama telah padam, otoritas keamanan setempat mengimbau semua pihak untuk tetap waspada…
Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih menyatakan bahwa penataan UU Peradilan Militer perlu waktu paling lama 2…
RSUD Jayapura memastikan kebutuhan medis terkait bahan medis habis pakai sejauh ini masih dalam kondisi…
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut operator seluler belum sepenuhnya mematuhi ketentuan perlindungan…