

Bupati Biak Numfor Markus Mansnembra bersama Babinsa dan Polsek dan warga setempat saat panen dan tanam padi di dua Kampung di Distrik Yendidori, Rabu (30/4). (foto:Istimewa)
BIAK – Siapa bilang Biak Numfor hanya identik dengan hamparan batu karang dan keindahan pantai dan lautnya? Bupati Markus Octovianus Mansnembra baru saja membuktikan sebaliknya!
Rabu (30/4), orang nomor satu di Biak ini turun langsung ke sawah, memanen padi sekaligus melakukan penanaman padi di Kampung Birubi dan Syabes, Distrik Yendidori. Aksi ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari gebrakan program agronomi pertanian untuk mewujudkan kemandirian pangan dan memperkokoh sektor pertanian di dua kampung tersebut.
Dengan senyum sumringah, Bupati Mansnembra menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Kampung Birubi dan Syabes yang telah menunjukkan semangat dan komitmen luar biasa dalam mengembangkan tanaman padi.
“Kita ingin buktikan bahwa Biak yang selama ini dikenal dengan batu karangnya juga bisa menanam dan memanen padi. Hari ini adalah bukti nyata bahwa tanah di Biak ini subur dan layak untuk pertanian, tidak hanya di pulau-pulau lain,” tegasnya, disambut antusias warga.
Lebih dari sekadar panen perdana, Bupati juga memiliki visi jangka panjang untuk pengembangan pertanian padi di wilayah ini. Ia menegaskan bahwa hasil panen dari Birubi dan Syabes akan dievaluasi secara seksama sebagai landasan untuk ekspansi di masa mendatang.
Tak lupa, Bupati Mansnembra menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Kampung Syabes dan Birubi yang telah menjadi pionir dan memberikan contoh inspiratif bagi wilayah lain di Biak Numfor dalam mengembangkan pertanian padi. Keberhasilan ini diharapkan dapat menular dan memotivasi daerah lain untuk turut memanfaatkan potensi lahan yang ada demi mewujudkan Biak yang berdaulat pangan. (Il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…