

Kondisi dua kapal nelayan lokal yang terpaksa parkir perahu karena tidak melaut disebabkan gelombang yang cukup tinggi. (foto:Ismail/Cenderawasih Pos)
WAROPEN – Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda perairan Waropen sejak semalam Selasa (20/1) memaksa para nelayan lokal untuk berhenti melaut sementara waktu.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (21/01), puluhan perahu nelayan tampak hanya tertambat di tepian pantai dan muara sungai guna menghindari risiko kecelakaan di laut.
Kondisi laut yang tidak bersahabat ini membuat para nelayan memilih untuk mengamankan aset mereka daripada memaksakan diri turun ke laut. “Angin sangat kencang dan gelombang di tengah cukup tinggi, sangat berisiko untuk perahu ukuran kecil.
Kami memilih parkir dulu sampai cuaca kembali tenang,” ujar salah satu nelayan setempat saat ditemui di lokasi penambatan perahu.
Dampak dari kondisi ini mulai dirasakan masyarakat, terutama dengan berkurangnya pasokan ikan segar di pasar-pasar lokal yang memicu kenaikan harga komoditas laut. Selain berdampak pada sektor ekonomi dan pendapatan harian keluarga nelayan, cuaca ekstrem ini juga menuntut kewaspadaan tinggi bagi transportasi laut antarpulau yang biasa melintasi perairan tersebut.
Page: 1 2
Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, pengumuman dan penerimaan berkas berlangsung pada 16-30 September 2026. Selanjutnya, seleksi…
Wanita tersebut diperkirakan sudah lanjut usia dan mengenakan jaket berwarna merah marone dan celana panjang…
"Sebenarnya aksi ini sudah berakhir beberapa hari lalu. Hanya karena kelalaian lembaga yang tidak mengakomodir…
Mayoritas penderita berjenis kelamin laki-laki sebanyak 109 orang, sedangkan perempuan tercatat 90 orang. Kepala Seksi…
Program pemerintah pusat dalam mendoro ekonomi masyarakat di kampung lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)…
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan penghasilan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berkisar…