

Bupati Waropen Drs. F.X Mote, M.Si bersama Plt Kadinkes Waropen dr. Jenggo Suwarko, saat memantau kondisi real di PKM Rawat Jalan di Distrik Soyoi Mambai (Sombai), MInggu (16/11).
WAROPEN – Penantian panjang masyarakat Kabupaten Waropen untuk memiliki fasilitas kesehatan yang lebih mumpuni segera terwujud. Proyek strategis pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe C di Kampung Batu Zaman secara resmi telah memasuki tahapan tender di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kepastian pembangunan proyek mercusuar ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen, dr. Jenggo Suwarko, di ruang kerjanya pada Kamis (8/1). Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah mengawal ketat proses administrasi di tingkat pusat agar pembangunan fisik dapat segera dipacu.
Selama ini, keterbatasan fasilitas sering kali memaksa masyarakat Waropen harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah untuk mendapatkan perawatan medis spesialis. Hadirnya RS Tipe C ini diproyeksikan menjadi solusi permanen atas persoalan tersebut.
“Benar, saat ini proses lelang sedang berjalan di Kementerian Kesehatan. Begitu tahapan ini rampung, alat berat akan segera bekerja di lapangan,” ujar dr. Jenggo dengan nada optimis.
Menurutnya, kehadiran rumah sakit ini bukan sekadar pembangunan gedung, melainkan peningkatan peradaban pelayanan kesehatan di Waropen.
“Dengan klasifikasi Tipe C, kita akan memiliki kapasitas perawatan yang lebih luas dan layanan medis yang jauh lebih lengkap. Target utama kita adalah mengurangi ketergantungan rujukan ke luar daerah, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan terbaik cukup di negeri sendiri,” tambahnya.
Pembangunan RS Tipe C ini merupakan representasi visi besar Bupati Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., dan Wakil Bupati Yowel Boari. Di bawah kepemimpinan mereka, sektor kesehatan menjadi pilar utama dalam membangun “Negeri Seribu Bakau”.
Dr. Jenggo pun mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan doa agar proses lelang berjalan tanpa hambatan. Sembari menunggu pembangunan fisik, ia memastikan bahwa jajaran Dinas Kesehatan tetap bekerja maksimal mengoptimalkan fasilitas yang tersedia saat ini.
Page: 1 2
Kasus pertama terjadi pada November 2025, ketika almarhumah Irene Sokoy meninggal dunia bersama bayi yang…
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Hernawan Priyastomo, menjelaskan bahwa pelayanan JKN menerapkan sistem berjenjang. Peserta…
Pemalangan kedua sekolah tersebut dilakukan oleh keluarga Mebri dan Wamblolo. Hal ini dilakukan sebagai bentuk…
Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik, BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre mengatakan secara umum, pola…
Direktur Utama Bank Papua, Yuliana D. Yembise, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan momentum penting…
“Untuk pelanggaran pertama pasti ada teguran lisan, namun untuk selanjutnya kendaraan akan kami derek dan…