

Kondisi ruas Jembatan kayu yang menghubungkan Kampung Biati dan Aniboi Distrik Demba, Selasa (2/9). (foto:Ismail/Cenderawasih Pos)
WAROPEN– Masyarakat adat dan warga kampung Distrik Demba dan sekitarnya terus menyuarakan kebutuhan mendesak akan tiga jembatan vital yang menjadi urat nadi penghubung antar kampung. Kondisi saat ini membuat akses warga terhambat, bahkan membahayakan keselamatan mereka setiap kali melintas.
Salah satunya adalah jembatan kayu penghubung Kampung Biati dan Aniboi yang kondisinya sudah sangat parah. Bahan dasar kayu telah lapuk, licin jika hujan, dan tiang penyangga bagian tengah tampak menurun. Warga yang melintas, baik pejalan kaki maupun pengendara roda dua, selalu dihantui rasa was-was. Tidak jarang ada yang jatuh ke kedalaman lima meter terpeleset, karena licin.
Menurut cerita Hans Ayomi pernah sekali petugas kesehatan terpaksa jatuh karena buru-buru ingin ke Puskesmas di seberang jembatan, menggunakan motor, namun karena hujan, liicn dan saat itu malam, dia pun terpeleset ke dalam jembatan.
“Niatnya ingin menolong warga di Puskesmas, malah dia yang harus kita tolong,” ungkap Hans Ayomi bersama kelompok masyarakat lainnya, ditemui di Kmapung Tetui Demba, Distrik Demba, Selasa (2/9).
Page: 1 2
Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…
IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…
Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…
Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…
Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…
Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…