Categories: FEATURES

Keindahannya Tergerus Sepi, Harus Berinovasi di Tengah Maraknya Pilihan Wisata

Melihat Dari Dekat Kondisi Pantai Base G di Distrik Jayapura Utara

Sebelum adanya jembatan merah dan jalur Holtekamp, Pantai Base G, dulu selalu ramai dengan tawa dan keceriaan pengunjung, kini diselimuti kesunyian yang pilu. Gazebo sepanjang pantai lebih banyak kosong daripada dikunjungi wisatawan saat liburan.

Laporan:Erianto_Kota Jayapura

Sabtu (27/7) kemarin, Pantai Base G terlihat begitu lenggang. Hanya terdengar suara-suara ombak kecil di bibir pantai. Kesunyian mulai menyapa, menggantikan riuhnya tawa, irama musik, dan kepulan asap ikan bakar yang dulu menjadi ciri khas setiap akhir pekan.

Gazebo-gazebo yang dulunya selalu penuh, kini banyak yang terlihat kosong. Hanya satu dua gazebo yang terisi, memperlihatkan aktivitas di pantai ini tak seramai dulu. Padahal, pesona Pantai Base G tak sedikit pun memudar. Hamparan pasir putihnya masih memukau, berpadu sempurna dengan birunya laut Pasifik yang jernih.

Pohon-pohon kelapa melambai lembut diterpa angin, seolah ikut merasakan kesepian yang melingkupi pantai. Keindahan alam yang ditawarkan Base G, seharusnya menjadi daya tarik utama, karena sangat mudah diakses, hanya 20 menit dari jantung Kota Jayapura, namun kini seolah terlupakan.

Pedagang jajanan yang biasanya ramai juga mulai jarang terlihat. Hanya terlihat para mama-mama pemilik tempat wisata yang banyak melamun sepanjang pantai yang membentang sekira 1 km itu.

Para pemilik tempat di Base G mulai mengeluh. Mereka merasakan betul dampak dari berkurangnya jumlah pengunjung, bahkan pada hari-hari yang seharusnya menjadi puncak keramaian.

Seperti Mama Ema Pui, pemilik tempat di bagian Base G kanan itu yang dulunya meraup untung dari ramainya pengunjung, kini hanya bisa mengeluh. “Sekarang sudah sepi sekali, kalau hari Sabtu dan Minggu biasanya ramai. Tapi ini kadang hanya terisi satu pondok dari 10 pondok,” ungkap Mama Ema yang sudah puluhan tahun berjualan tempat di Pantai Base G.

Raut wajahnya tak bisa menyembunyikan kekhawatiran akan nasib usahanya. “Kadang kita juga pulang kosong, apalagi kalau hari biasa,” tambahnya dengan nada getir.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Jembatan Putus, 7 Orang Tewas Tenggelam

Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…

15 hours ago

Kejari Musnahkan Barang Bukti 62 Perkara Inkracht

Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…

16 hours ago

Jumlah penduduk Provinsi Papua Capai 1,074 juta

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…

17 hours ago

Turun ke Lokasi Kebakaran, ABR Pastikan Penanganan Darurat Terpenuhi

Peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 15.45 WIT tersebut menghanguskan sedikitnya 10 petak rumah warga.…

17 hours ago

Rupiah Bakal Perkasa Lagi! Bos BI Siapkan 7 Jurus Maut

Langkah-langkah strategis ini telah mendapat lampu hijau dan penguatan langsung dari Presiden. "Kami melaporkan kepada…

18 hours ago

Cegah Bullying dan Rasisme, Sekolah Harus Jadi Tempat Ramah Anak

Komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak ini, diwujudkan Kanwil Ditjenpas melalui kegiatan sosialisasi…

18 hours ago