Categories: FEATURES

Belajar Tak Perlu Melawan Air Melainkan Berjalan Bersama

Melihat Pontianak, Kota yang Ditakdirkan Penuh dengan Air

Di kota yang dibelah oleh Sungai Kapuas dan Sungai Landak, air bukan sekadar aliran yang lewat di bawah jembatan-jembatan kayu dan beton. Di Pontianak, air adalah denyut nadi, sekaligus tantangan yang tak pernah benar-benar pergi.

Laporan: Mirza Muin_Pontianak

Sebagai kota delta dengan topografi datar dan ketinggian rata-rata hanya 0,8 hingga 1,5 meter di atas permukaan laut, Pontianak hidup dalam kedekatan yang intim dengan air. Hujan ekstrem yang datang bersamaan dengan pasang sungai bisa dengan cepat mengubah jalanan menjadi genangan. Di sinilah pemerintah kota kini berupaya menata ulang relasinya dengan air, dari ancaman musiman menjadi sistem yang adaptif dan berkelanjutan.

Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Pontianak, Eko Prihandono, menyebut air sebagai identitas kota yang tak bisa dipisahkan dari sejarahnya.

“Sejak awal berdiri, Pontianak telah hidup berdampingan dengan air. Tantangan hari ini adalah bagaimana menjadikannya bagian dari sistem kota yang adaptif, bukan ancaman yang berulang setiap musim hujan,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam diskusi program Resilient Indonesian Slums Envisioned (RISE) di Jakarta, Rabu (25/2).

Sebuah studi terbaru mengenai skenario bahaya banjir menunjukkan sebagian besar wilayah Pontianak rawan genangan. Dalam simulasi 50 tahun mendatang, banjir dengan kedalaman lebih dari 0,5 meter diproyeksikan meningkat hingga 17 persen jika tidak ada intervensi serius. Ancaman itu kian kompleks. Penurunan muka tanah, berkurangnya lahan resapan akibat ekspansi permukiman, hingga fenomena banjir gabungan, curah hujan tinggi bersamaan dengan pasang sungai, membentuk risiko berlapis yang menuntut respons terintegrasi.

Bagi pemerintah kota, ini bukan sekadar data di atas kertas. Ini adalah peringatan dini. Pontianak yang lama dijuluki Kota Seribu Parit kini memperkuat sistem drainasenya. Total jaringan drainase telah mencapai lebih dari 604 ribu meter, mengalirkan limpasan air hujan dan pasang melalui saluran primer, sekunder, dan tersier yang saling terhubung.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Pembangunan Jalan 135 Km di Muting, Disinyalir Menyalahi

Informasi ini diungkapkan setelah diteliti oleh masyarakat adat dimana proyek pembangunan jalan itu telah dimulai…

38 minutes ago

Harga Daging Sapi Masih Normal, Diprediksi Naik H-2 Lebaran

Kepada Cenderawasih Pos salah satu pedagang daging di Pasar Youtefa, Amin (51) mengatakan bahwa harga…

2 hours ago

Perkuat Karakter, 54 Pelajar SMA/K Dibina di Lingkungan Militer

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kota Jayapura, Abdul Majid. Ia…

3 hours ago

Kapolres Gelar Buka Puasa Bersama Media, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi

“Kita berkumpul pada sore hari ini untuk lebih mendekatkan diri dan saling mengenal. Ada beberapa…

4 hours ago

Polsek Bandara Sentani Bagikan 600 Takjil kepada Anak-anak Panti Asuhan

Pihaknya berkeinginan menunjukkan bahwa kehadiran Polri bukan hanya dalam penegakan hukum tetapi juga dalam kegiatan…

5 hours ago

Istiqomah Jadi Indikator Keberhasilan Membina Spiritual di Bulan Ramadan

“Allah SWT telah mewanti-wanti kita dalam Quran Surat An-Nahl ayat 92, jangan sampai kita seperti…

6 hours ago