Diversifikasi ini menunjukkan satu pola penting: bisnis Hartono selalu bergerak dari sektor stabil ke sektor masa depan. Berdasarkan data Forbes, total kekayaan Michael Bambang Hartono mencapai sekitar USD 18,9 miliar atau setara Rp320 triliun. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari strategi bisnis jangka panjang yang disiplin dan terukur. Lebih dari itu, warisan terbesar yang ditinggalkan bukan hanya kekayaan, melainkan sistem bisnis yang terintegrasi—mulai dari industri tradisional, perbankan, digital, hingga teknologi masa depan.
Jejak Hartono memperlihatkan satu hal penting: kekayaan besar tidak dibangun secara instan, melainkan melalui keberanian membaca momentum, konsistensi ekspansi, dan kemampuan beradaptasi. Dari pabrik rokok hingga ekosistem digital, imperium yang ia bangun kini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada panitia pelaksana…
Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi salah satu tindak kriminal yang paling menonjol di…
Kendaraan-kendaraan itu ada yang dimodifikasi dengan tangki dengan ukuran besar dari ukuran standar. Operasi penertiban…
“Untuk pembentukan OPD yang baru, sudah pernah kita ajukan berdasarkan analisis kebutuhan kelembagaan yang dilakukan…
Ricky Cawor resmi kembali bergabung dengan tim Persipura Jayapura untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim…
Seluruh identitas pengemudi serta korban yang merupakan satu keluarga kini telah teridentifikasi secara pasti.…