

Melihat Eksistensi tim Bola Penyandang Disabilitas Amputasi di Pasuruan
Bagi Akhmad Khoirobi, 23, sepak bola bukan sekadar permainan. Di atas lapangan, kruk yang menjadi penopang tubuhnya justru membawanya menemukan kembali kepercayaan diri yang sempat hilang.
Laporan: Rizal Fahmi Syatori_Radar Bromo
Pria asal Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan itu menjadi kiper Bina Juang Amputasi Pasuruan FC. Tangan kanannya diamputasi akibat kecelakaan kerja. Sebelum bergabung dengan tim tersebut, ia sempat minder dan kurang percaya diri. Namun, perasaan itu perlahan berubah setelah bergabung dan berlatih bersama para penyandang disabilitas amputasi lainnya.
“Setelah gabung dan latihan bareng, akhirnya malah betah, tambah teman sesama amputasi, tambah percaya diri dan tidak minder lagi. Apalagi sepakbola memang hobi saya,” terang Robi, panggilannya.
Dari yang awalnya canggung dan kesulitan, Robi mulai terbiasa. Latihan demi latihan membuatnya semakin nyaman. Bahkan, ia merasa menemukan keluarga baru. “Pokoknya saya tambah semangat. Tim ini serasa sudah menjadi keluarga baru bagi saya dan teman lainnya,” ucapnya.
Pengalaman serupa dirasakan M. Ali Sodikin, 30, warga Desa Plinggisan, Kecamatan Kraton. Kaki kanannya diamputasi setelah kecelakaan lalu lintas tunggal. Kini, ia bermain sebagai bek kiri.Ali bergabung karena ajakan teman, sekaligus kemauan sendiri. Sama dengan Robi, sepak bola juga menjadi hobinya. Baginya, bergabung dengan Bina Juang Amputasi Pasuruan FC bukan hanya membuat hobi kembali tersalurkan. Ada manfaat lain yang dirasakan, terutama dalam menguatkan mental.
“Tim ini menguatkan mental kami dan teman-teman pemain lainnya. Di tim ini, kami saling support. Jatuh bangun sudah biasa, tetap asyik dan seru,” ucapnya penuh semangat. Cerita Robi dan Ali menjadi gambaran bagaimana Bina Juang Amputasi Pasuruan FC hadir sebagai ruang bagi penyandang disabilitas untuk saling menguatkan. Sambil tetap bergerak dan berolahraga.
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…