Untuk mengawal program ini, dibentuklah sebuah komite relawan dengan nama yang eksentrik namun penuh arti: Mas Danu Pejantan Solutif (Masyarakat Danukusuman Peduli Jiwa Kesehatan Sosial Luhur dan Inovatif).Meski baru seumur jagung, Batik Ciprat “Mas Danu” sudah mencuri perhatian.
Kain karya warga ODGJ ini telah diwajibkan sebagai salah satu seragam dinas kelurahan, dilarisi oleh para ASN Kota Solo, dan diproyeksikan menjadi seragam resmi pekerja sosial masyarakat di tingkat yang lebih luas. Tak puas dengan pasar lokal, Teffan Adi Sakti Nugroho, pegiat sosial setempat, memaparkan bahwa kelurahan tengah bersiap membawa produk ini ke pasar digital yang lebih masif melalui fitur live TikTok dan Shopee.
“Semangat kami adalah Bantuan Sementara, Berdaya Selamanya. Kita ingin memutus stigma. Mereka dipantau kesehatannya, sekaligus diberi ruang agar bisa menghidupi diri sendiri secara bermartabat,” pungkas Teffan. (ves/bun)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Olah TKP dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang terjadi pada Senin (30/8) tersebut. Dalam…
Perhatian tersebut dinilai penting karena musibah kebakaran tidak hanya berdampak pada tempat tinggal dan…
Identitas korban diketahui setelah pihak keluarga datang melapor kepada kepolisian. Jenazah korban juga telah diserahkan…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menegaskan seluruh bantuan yang ditujukan bagi masyarakat terdampak kebakaran…
Bergabungnya SAGA tentu menjadi warna baru bagi Persipura. Sebagai perusahaan ritel terbesar di Papua membuat…
Yuli mengatakan, kebakaran tersebut menjadi perhatian serius karena lokasi yang sama kembali dilanda musibah…