Untuk mengawal program ini, dibentuklah sebuah komite relawan dengan nama yang eksentrik namun penuh arti: Mas Danu Pejantan Solutif (Masyarakat Danukusuman Peduli Jiwa Kesehatan Sosial Luhur dan Inovatif).Meski baru seumur jagung, Batik Ciprat “Mas Danu” sudah mencuri perhatian.
Kain karya warga ODGJ ini telah diwajibkan sebagai salah satu seragam dinas kelurahan, dilarisi oleh para ASN Kota Solo, dan diproyeksikan menjadi seragam resmi pekerja sosial masyarakat di tingkat yang lebih luas. Tak puas dengan pasar lokal, Teffan Adi Sakti Nugroho, pegiat sosial setempat, memaparkan bahwa kelurahan tengah bersiap membawa produk ini ke pasar digital yang lebih masif melalui fitur live TikTok dan Shopee.
“Semangat kami adalah Bantuan Sementara, Berdaya Selamanya. Kita ingin memutus stigma. Mereka dipantau kesehatannya, sekaligus diberi ruang agar bisa menghidupi diri sendiri secara bermartabat,” pungkas Teffan. (ves/bun)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Merauke Marwiah Ali…
Marthen mengatakan, aset Penjara Boven Digoel telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya. Namun hingga…
Langkah strategis ini diambil sebagai respons langsung atas temuan dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)…
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menyiapkan pengembangan cetak sawah baru seluas 1.000 hektar…
Ancaman tenggelamnya daratan Kampung Nubuai bukan sekadar kekhawatiran tanpa alasan. Berdasarkan penuturan perwakilan Tokoh Pemuda…
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jayapura, Haryanto, mengatakan hingga saat ini lima gedung Koperasi…