Categories: FEATURES

Parkir Liar Marak di Jembatan Merah, Masyarakat Berharap Ditertibkan

Melihat Aktifitas di Jembatan Merah Youtefa Ikon Kota Jayapura

Jembatan Merah Youtefa memang menjadi icon Kota Jayapura. Selain jadi jembatan penghubung ke Distrik Muara Tami, tempat ini sering jadi tempat aktifitas warga, terutama pada sore menjelang malam hari.

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura 

Parkiran liar di atas Jembatan Merah teluk Youtefa sepertinya tidak mempan dengan imbauan semata. Hampir  setiap hari terutama di malam hari tempat tersebut sering dijadikan tempat nongkrong dan parkir oleh para pengunjung.

   Pahahal, areal parkir sebenarnya juga ada sebelum jembatan maupun sesudah jembatan. Namun, nampaknya banyak warga enggan untuk sedikit berjalan kaki, dan memilih cara praktis dengan parkir langsung di pinggir jalan di atas jembatan.

    Banyak warga atau  pengendara berhenti dan  memanfaatkan jembatan tersebut untuk dijadikan tempat mancing, pacaran hingga minuman keras (Miras), serta free style dan lainnya. Bahkan ada sejumlah aktifitas fotografer yang memanfaatkan lokasi di atas jembatan merah ini untuk jual jasa foto kepada pengunjung.

   Mereka mengunakan trotoar jalan, seementara  bahu jalan di sepanjang ruas jembatan tersebut untuk memarkir kendaraannya. Hal ini mengakibatkan aktivitas lalulintas di jembatan itu terganggu.  Dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi, Sabtu (22/2) sore terlihat sejumlah warga yang mengunjungi jembatan itu tanpak memarkirkan kendaraannya di atas jembatan tersebut.

  Melihat kondisi ini para pengguna jalan yang melintas, tentu harus berhati-hati dan memperlambat lanju kendarannya saat melintasi jembatan. Serta kondisi jembatan juga tak lagi indah indah dipandang tetapi sedikit semerawut.

   Salah satu warga, Demi (25) kepada Cenderawasih Pos di Jembatan Merah, Sabtu (22/2) mengatakan aktivitas yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab di atas jembatan itu sangat menganggu para pengendara lain yang melintas.

  “Kalau hanya memancing ikan saja mungkin masuk diakal walaupun dilarang juga. Tetapi kalau dijadikan sebagai tempat parkir saya rasa pihak keamanan perlu tegas juga untuk menertibkan ini,” kata Demi.

   Tak hanya itu, keluhan muncul juga   ketika ada oknum pengunjung memanfaatkan tempat itu sebagai tempat mengkomsumsi minuman keras, free style motor serta pacaran yang tidak sehat dibawa kolom jembatan itu.

    Ironisnya, sejumlah warga mengaku tak tahu adanya larangan berhenti di sepanjang ruas Jembatan Youtefa padahal sudah ada tanda yang dipasang. “Saya enggak tahu (ada larangan berhenti). Saya hanya datang untuk melihat pemandangan,” ucap warga Jayapura, Cris (20) kepada, Cenderawasih Pos, Sabtu (22/2).

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Ramai Pastikan Persipura Siap Promosi ke Liga 1

Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…

2 days ago

Lagi, Kapal Nelayan  Indonesia Ditangkap Otoritas PNG

Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…

2 days ago

Pengamanan di Lokasi Pengungsian Diperketat

Pemerintah Kota Jayapura akan memperketat pengawasan di lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala,…

2 days ago

Cek Langsung Siswa di Pengungsian, Galang Bantuan Sukarela dari Orang Tua Murid

Polres Merauke bersama Densus 88 Antiteror memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan…

2 days ago

152.319 Anak di Papua Tercatat Tidak Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama mengatakan data tersebut perlu divalidasi terlebih dahulu untuk…

2 days ago

Boaz Dukung Peminjaman Markus ke PSS Sleman

Pemain senior sekaligus legenda Persipura Jayapura, Boaz Solossa, memberikan dukungan penuh atas langkah klub meminjamkan…

2 days ago