

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasundan 1913 di Tanah Papua, Entis Sutisna merasa prihatin dengan kondisi ini yang sampai saat ini belum juga diselesaikan. Mewakili warga Jawa Barat di Kota Jayapura dirinya mengaku kehadiran TPU di Buper Waena itu sangat membantu masyarakat, terutama ketika menguburkan jenazah. Dampak lain ini juga terasa oleh ahli waris dari keluarga-keluarga yang dimakamkan di TPU Buper, karena hingga saat ini mereka tidak bisa melakukan ziarah di makam tersebut.
“Saya berharap masalah ini ada penyelesaian yang tuntas, ada titik temu antara masyarakat adat dengan pemkot Jayapura,” ujarnya.
Karena itu dia juga berharap menjelang bulan puasa dan juga Idul Fitri masalah ini harus sudah selesai. Karena momen-momen itu para pewaris atau keluarga yang ditinggalkan dari keluarga yang dimakamkan di TPU itu bisa berziarah makam.
“Sejak TPU Buper dipalang, kami mencarinya (lokasi TPU) di Koya ada beberapa kerabat yang terpaksa dimakamkan di sana sebenarnya itu jauh juga. Kalau saya bukan bicara biaya, sebenarnya dari fasilitas yang sudah disediakan oleh pemerintah di Kota Jayapura itu sudah sangat membantu keluarga kami untuk memakamkan anggota keluarganya, sangat terjangkau kalau di Buper itu,” tambahnya. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Dimana dalam rapat ini tidak hanya dengan para guru, tapi dengan orang tua siswa. Ini…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan pemerintah daerah bersama dengan forkopimda dan DPRK Jayawijaya…
‘’Putusan pengadilan harus kita jalankan karena itu hukum bagi kita semua,’’ kata bupati Yoseph Bladib…
"Regulasi dalam pembiayaan Kopdes Merah Putih sudah sangat jelas baik dari dana desa dan negara…
Bupati Mimika Johannes Rettob pun menepis isu miring tentang pengelolaan dana divestasi saham PTFI tersebut…
Pihaknya, lanjut dia, telah meminta bantuan kepada Keamanan Laut (Kamla) dan Radio Pantai untuk kapal-kapal …