

Ilustrasi By Moh. Wahyu Welerubun.
Urgensi Kesehatan Mental Anak: Belajar dari Tragedi di Mimika
Kasus tragis yang menimpa seorang anak di Mimika baru-baru ini menjadi alarm keras bagi para orang tua. Korban dilaporkan meninggal dunia di rumah sakit setelah melakukan aksi nekat mengakhiri hidup di kediamannya.
Laporan: Wahyu Welerubun
Peristiwa bermula saat korban diminta oleh ayahnya untuk belajar. Namun, korban justru mengurung diri di kamar. Tak lama kemudian, orang tua korban menemukan sang anak dalam kondisi kritis dengan leher terlilit handuk dan tergantung di rak besi.
Meski sempat mendapatkan perawatan intensif, nyawa korban tidak tertolong. Tragedi ini menyoroti betapa krusialnya menjaga kesehatan mental anak serta membangun kedekatan emosional sejak dini.
Psikolog muda di Mimika, Dwi Gilda, menjelaskan bahwa gangguan mental pada anak sering kali dipicu oleh akumulasi masalah yang tidak tersampaikan. Beberapa faktor utama meliputi: Perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, ketidakharmonisan di dalam rumah tangga, tekanan ekonomi yang berdampak pada psikologis keluarga.
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara, Yulius, mengatakan saat ini pihaknya bekerja sama dengan VTE Aviation…
Kepala BKN Regional IX Papua Nur Hasan mengapreiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak…
Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (21/9). Mereka…
Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver…
Dalam arahannya, Noak Wasanggai menegaskan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…