

Ketua Sanggar Rey May, Marshal Suebu saat memperlihatkan hasil karya 200 Pelajar kepada pengunjung Pameran di Gedung Serbaguna Ottow Geisler Papua, Senin (19/11). (foto: Karel/Cepos)
Melihat Hasil Kerajian Pelajar dan Mahasiswa Program Noken Masuk Sekolah (Nomase)
Puluhan Noken Hasil Rajutan 200 Pelajar dan Mahasiswa di Provinsi Papua Dipamerkan di Gedung Serbaguna Universitas Ottow Geisler Papua, Senin (18/11) kemarin, seperti apa cerita para siswa tentang rajutan noken ini ?
Laporan: Karolus Daot-Jayapura
Mulai pukul 8.30 WIT, satu persatu pelajar dari berbagai sekolah di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura Papua, mulai datang di Gedung Serbaguna Universitas Ottow Geisler Papua.
Begitu tiba mereka langsung ke tempat pajangan noken untuk dipamerkan kepada pengunjung, disana mereka menggantungkan noken hasil rajutannya, ada yang sudah jadi secara utuh, ada yang hanya separuh, bahkan ada juga yang baru jadi selempang atau gantungan. Itu semua dipajang sesuai hasil karya mereka selama belajar di masing masing sekolah.
Seperti salah satu siswa SMP Papua Kasih, Gregorian Anjelo. Ia termasuk salah satu dari sekian siswa yang berhasil merajut noken meskipun hasilnya baru setengah jadi. Namun pada acara tersebut Anjelo sapaan akrabnya menerima penghargaan dari panitia.
“Setiap hari saya belajar, baik di sekolah maupun di rumah, ini juga tidak terlepas dukungan teman teman di sekolah,” ujarnya kepada Cenderawasih pos disela acara pameran.
Ia mengaku baru pertama kali belajar merajut noken, dengan keuletannya mengikuti program Noken Masuk Sekolah (Nomase) yang digagas oleh Sanggar Rey May, Kabupaten Jayapura, bersama Komunitas Noken Papua(Konopa) dan Balai Pelestarian Kebudayan wilayah 22 Papua itu akhirnya Ia bisa merajut sebuah noken berukuran kecil meskipun baru setengah jadi.
Melalui program Nomase ini pelajar di SMP Papua Kasih belajar tentang sejarah lahirnya noken sebagai warisan dunia tak benda. Banyak hal yang mereka temukan dari kegiatan itu, mulai dari proses memilih kayu untuk dijadikan bahan dasar. Kemudian belajar tentang cara melilit kulit kayu hingga menjadi benang, dari situ belajar tentang cara merajut noken untuk berbagai jenis.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan partainya telah menetapkan sikap untuk mendukung…
Menurut Rocky, polemik pendidikan Gibran tidak bisa dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, sikap negarawan…
Beberapa poin yang dipersoalkan oleh pelapor terdiri atas proses penerbitan PKPU Nomor 19 Tahun 2023…
Nerlince mengatakan, pembayaran ganti rugi atas lahan tersebut sudah berlangsung beberapa tahun oleh Pemerintah…
Menurut Fakhiri, pembangunan Papua tidak dapat hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi.…
Menurut Mote, konektivitas menjadi kebutuhan penting untuk membuka akses masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di Waropen.…