Categories: FEATURES

Ada Penipuan Berkedok Bantuan Untuk Gereja, hingga Minimnya Guru Agama Buddha

Yang Terungkap dari Ngobrol Bareng Awak Media yang Digelar Kanwil Kemenag Papua

Humas Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua rutin melakukan silaturahmi dengan sejumlah awak media yang menjadi partner kerja Humas Kemenag. Kali ini silahturahmi yang dikemas santai dalam acara ngobrol bareng awak media ini, digelar di Hotel Suni Abepura, Kamis (19/6). Apa saja yang terungkap.

Laporan: Agung Tri Handono_Jayapura

Momen ngobrol bareng awak media, yang digelar Humas Kanwil Kemenag Papua ini, biasa diisi dengan pemaparan program kerja dari sejumlah bidang di Kemenag. Selain itu, dalam dialog ngobrol bareng ini juga dibahas berbagai isu menarik terkait dengan kehidupan beragama di Papua.

Kali ini, ngobrol bareng awak media Semester pertama tahun 2025 ini, dilakukan pemaparan dari Kepala Bidang Urusan Agama Kristen, Pendidikan Kristen, Pembimas Hindu, dan Pembimas Buddha. Ada beberapa bidang lain yang absen, tidak hadir melakukan pemaparan.

Dari Bidang Urusan Agama Kristen, juga mengungkapkan munculnya sosok bernama Frangky Monim yang ramai di media sosial dan menarik perhatian media massa. Dimana sosok pria yang berasal dari daerah Genyem, dikabarkan sebagai sosok Tuhan. Bahkan, terkait dengan isu tersebut, yang bersangkutan sempat diperiksa oleh pihak kepolisian di Polres Jayapura.

Hanya saja, perkembangan terakhir, tidak ada tindak lanjut proses hukum. Karena dinilai tidak cukup bukti. Kabid Urusan Agama Kristen Tonny Donny Sahertian mengaku, pasca munculnya Franky Monim yang mengaku sebagai Tuhan, Tim Pakem Papua di bawah koordinasi Kejaksaan Tinggi Papua, langsung turun untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Tonny, sosok Frangky Monim yang mengaku sebagai Tuhan ini baru kabar di berbagai media sosial. Namun, dari hasil pemeriksaan Tim Pakem, bentuk praktik ibadah seperti apa belum di dapat bukti yang jelas. Dari yang di-upload di Medsos yang dilakukan saudaranya Frangky Monim, belum ada saksi atau korban yang merasa dirugikan, yang melapor terkait dengan perbuatan yang bersangkutan.

“Praktiknya seperti apa, belum jelas, dan tidak ada bukti, saksi yang kita periksa mengaku hanya mendengar saja dari orang lain,” ungkapnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

20 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

21 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

1 day ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

1 day ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

1 day ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

1 day ago