

KAREL - Karles Rompas saat ditemui wartawan di Dok V Bawah, Rabu (17/12)
Cerita Karles Rompas, Nelayan asal Manado yang Terombang Ambing di Laut Selama 45 Hari
Namanya nasib dan ajal memang telah digariskan. Jika belum waktunya ya tidak bisa dirubah. Cerita ini seperti kisah Karles Rompas, nelayan asal Manado yang terombang ambing di laut selama 45 hari. Bagaimana ia bertahan?
Laporan: Karolus Daot_Jayapura
Tatapan trauma dari sorot matanya masih kental terasa. Rasa tak percaya dibalut rasa bersyukur juga nampak jelas dari gestur dan sesekali dibarengi dengan melibat kedua kaki untuk menenangkan diri. Kulitnya juga terlihat lebih gelap akibat terbakar matahari puluhan hari. Cerita itu jika ditarik sesuai penuturannya dimulai pada 3 November 2025 lalu dimana Karles Rompas mulai keluar dan bekerja di laut.
Kesehariannya menjaga rumpon milik perusahaan. Dari situlah ia mendapatkan penghasilan untuk menghidupi keluarganya. Pekerjaan ini sudah digeluti bertahun-tahun dan selama itu semua berjalan aman. Tak ada ada hal berarti yang mengganggu. Hingga pada awal November lalu malapetaka itu terjadi.
Perahu pontong yang diikat bersama rumponnya dihantam badai. Angin begitu kencang hingga perahu nyaris tenggelam. Dan untuk mengambil jalan selamat, Karles memutuskan untuk memotong tali yang terikat antara perahu dan rumpon. Disitulah cerita memilukan ini dimulai. Rumponnya tak bisa lagi dikontrol, hanya mengikuti kemana angin mendorong dan kemana ombak membawa.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…