Sejak pukul tiga sore, mereka sudah berdiri. Lagu-lagu adat dinyanyikan berulang kali. Tarian demi tarian dipentaskan, bukan untuk ditonton siapa-siapa, tetapi untuk menjaga semangat tetap menyala. Keringat mulai membasahi tubuh, namun tak satu pun dari mereka mengeluh. Hari itu terlalu penting untuk disia-siakan dengan kelelahan.
Hingga akhirnya, suara sirene memecah kesunyian. Semua kepala serentak menoleh ke arah jalan masuk kampung Yobeh. Dari kejauhan, terlihat mobil patroli mengawal empat bus berwarna biru yang perlahan mendekat. Seketika, suasana berubah. Tifa ditabuh lebih kencang, nyanyian terdengar lebih lantang, dan kaki-kaki para penari bergerak lebih bersemangat.
Begitu bus berhenti, pintu-pintunya terbuka. Para turis mancanegara mulai turun, sekitar tujuh puluh orang dari berbagai negara. Wajah mereka tampak penuh rasa ingin tahu. Sebagian langsung mengangkat ponsel, merekam setiap momen. Ada yang sibuk memotret, ada pula yang hanya berdiri terpaku, terpukau oleh pemandangan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.
Tarian penyambutan dimulai. Langkah demi langkah para penari seakan bercerita tentang persahabatan, tentang kehormatan, tentang sambutan hangat bagi siapa pun yang datang dengan damai. Di tengah prosesi, dua orang turis dipanggil maju. Mereka tampak sedikit canggung, namun tetap antusias. Dengan penuh hormat, masyarakat Kampung Yobeh mengalungkan manik-manik di leher mereka. Sebuah simbol sederhana, namun penuh makna tanda bahwa mereka diterima sebagai tamu, bahkan sebagai bagian dari keluarga.
Perjalanan belum berhenti di situ. Para turis kemudian diajak berjalan menuju lokasi utama. Namun sebelum sampai, mereka disuguhi sesuatu yang tak kalah menarik, proses pengolahan sagu, makanan pokok masyarakat setempat. Dua orang bapak tampak sibuk memegang alat penokok sagu yang terbuat dari tomakho batu (sebuah alat tradisional seperti Kampak batu yang dikhususkan untuk pangkur sagu).
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…
Prarekonstruksi memperagakan rangkaian dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses tersebut turut disaksikan…