Bagi para penyelam, perairan Jayapura menawarkan sebuah museum sejarah bawah laut yang memukau. Selain keindahan terumbu karang yang sehat, terdapat peninggalan era Perang Dunia II, yaitu bangkai pesawat yang tenggelam di kedalaman 10-20 meter di sekitar Kampung Bukisi atau Maruway.
Lebih dari itu, laut Jayapura adalah rumah bagi spesies langka yang memicu kekaguman, seperti ikan pari manta dengan ukuran mencapai lebih dari dua meter dan hiu wobbegong.
Dari Konservasi Hingga Kontribusi bagi Bumi Kenambai Umbai Komitmen PDA tidak berhenti pada edukasi SDM dan promosi wisata. Mereka juga menjadi penjaga setia “Bumi Kenambai Umbai” (sebutan lain Kabupaten Jayapura).
Secara berkala, tim PDA dan anak-anak muda binaan mereka melakukan aksi nyata konservasi. Mulai dari membersihkan sampah di pantai, pesisir pantai, dan bawah laut, hingga menanam terumbu karang baru dan menghutankan kembali kawasan pesisir.
Di tengah potensi besar yang tersimpan, Papua Diving Academy menanamkan pesan nyata bahwa pariwisata yang berkelanjutan haruslah berakar pada keaslian, dikelola oleh pemiliknya, dan senantiasa menjadi penjaga alamnya. Mereka membuktikan, laut biru Jayapura adalah masa depan yang dijaga oleh tangan-tangan lokal yang terlatih. (*/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Manajer Persipura Jayapura, Owen Rahadiyan mengaku tak heran jika Reno Salampessy menjadi salah satu pilar…
emerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM setempat menargetkan pembangunan 13…
PSBS Biak akan melakoni laga pamungkas mereka pada Super League 2025/2026 pada Sabtu (23/5). Tim…
Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun mengatakan, Raperda tersebut merupakan hak inisiatif DPR…
Kejuaran Daerah Bupati Keerom Cup Series II Motocross dan Grasstrack Tahun 2026 memberikan banyak cerita.…
Menurut Rahmat, esensi perjuangan tahun 1908 sangat relevan dengan kondisi penegakan hukum modern saat ini.…