Categories: FEATURES

Ditemukan Oleh Seekor Anjing dengan Nama Aslinya yang Berarti Seorang Nenek

Selain menjadi saksi sejarah, Goa Binsari juga menyimpan cerita mistis yang diyakini oleh sebagian masyarakat. Beberapa pengunjung melaporkan bahwa mereka pernah mendengar suara aneh atau bahkan melihat penampakan yang konon merupakan arwah tentara Jepang. Cerita mistis ini menambah daya tarik wisatawan yang datang untuk merasakan pengalaman langsung di lokasi yang penuh misteri ini.

Namun, meski Goa Binsari telah menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara, Yusuf berharap ada lebih banyak perhatian dari pemerintah, baik lokal maupun internasional, untuk mendukung pengelolaan situs ini. “Kami memerlukan bantuan untuk memperbaiki infrastruktur, seperti pemagaran untuk keamanan, serta membangun museum yang dapat menyimpan dan merawat benda-benda bersejarah dengan lebih baik,” ungkap Yusuf dengan penuh harap.

Salah satu hal yang juga menjadi sorotan adalah masalah pengelolaan tulang belulang tentara yang ditemukan di dalam goa. Sejak tahun 1999, sekitar 1.400 tulang belulang tentara Jepang telah dikirim ke Jepang untuk diidentifikasi dan dikremasi, meskipun Yusuf dan pihak pengelola lainnya berharap agar tulang belulang tersebut tetap berada di Biak sebagai bukti sejarah yang harus dijaga.

“Kami ingin agar benda-benda ini tetap berada di sini sebagai bagian dari sejarah. Jika ada keluarga yang ingin berziarah, mereka dapat datang ke sini,” tambahnya. Sebagai tempat wisata sejarah, Goa Binsari juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi generasi muda. Yusuf dan tim pengelola rutin menerima kunjungan dari sekolah-sekolah, baik dari Biak maupun daerah lainnya, untuk memberikan pengetahuan langsung tentang sejarah Perang Dunia II, khususnya mengenai peristiwa yang terjadi di Biak.

Bagi wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi Goa Binsari, perjalanan menuju situs ini akan mengajak Anda menyusuri jalan setapak yang telah dilengkapi dengan paving blok dan tangga yang memudahkan eksplorasi di dalam goa. Meski gua ini terletak di lokasi yang cukup gelap, terutama di siang hari karena tertutup oleh pepohonan rimbun, pengelola telah memasang pagar pengaman untuk menjaga keselamatan pengunjung.

Goa Binsari bukan hanya sekadar wisata alam, tetapi juga sebuah perjalanan waktu yang membawa kita pada kisah panjang peperangan, pengorbanan, dan warisan budaya yang tak boleh terlupakan. Semoga situs ini tetap dijaga dan dilestarikan, sehingga dapat terus mengedukasi dan menjadi saksi sejarah yang hidup bagi generasi yang akan datang. (*).

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Pelaku Penembakan di Muliama Diminta Serahkan Diri

Danrem 172/ PWY Brigjen TNI. Robby Suryadi untuk upaya pengejaran tentunya ada upaya yang dilakukan…

17 hours ago

Kabut Asap Mulai Berkurang di Wamena, Penerbangan Kembali Normal

​Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan sejak beberapa hari terakhir, keberadaan kabut asap tebal akibat…

18 hours ago

Ayah dan Anak yang Dilaporkan Tersesat di Hutan Ditemukan Selamat

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke Rudi, mengatakan, kedua survivor ditemukan setelah Tim…

19 hours ago

DKP Sinode KINGMI Dukung Penyelesaian Damai Sengketa Tapal Batas Kapiraya

Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua menyatakan dukungan…

20 hours ago

Pemprov Papua Selatan Kebut Pekerjaan Pembangunan Jalan

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, sejumlah ruas jalan saat ini tengah dikerjakan untuk membuka…

21 hours ago

PSN Cetak Sawah Tidak Berada di Kawasan Konservasi Taman Nasional Wasur

Penegasan tersebut disampaikan Kepala BTNW Acha Anis Sokoy  untuk meluruskan persepsi masyarakat mengenai lokasi sejumlah…

22 hours ago