Categories: FEATURES

Dari Laptop Usang, Jari Joike Menenun Nada Kehidupan

Ia tak hanya mengolah lagu, tetapi juga memberi napas baru. Lagu pop bisa ia ubah menjadi reggae, atau disesuaikan dengan karakter penyanyinya. Semua dikerjakan melalui perangkat lunak musik di laptopnya. Waktu menjadi sahabat sekaligus tantangan. Untuk satu lagu, ia bisa menghabiskan dua hingga tujuh hari, tergantung tingkat kesulitannya. Genre pop relatif cepat diselesaikan, namun untuk rock dan metal, ceritanya berbeda.

“Yang paling sulit itu rock dan metal. Drum dan bass-nya kompleks, harus detail sekali,” katanya sambil memegang menyentuh laptopnya secara perlahan. Di balik ketekunan itu, ada keterbatasan yang tak bisa diabaikan. Laptop yang ia gunakan kini dalam kondisi tidak layak, namun tetap menjadi satu-satunya alat untuk berkarya.

Dalam kesehariannya, Joike mengandalkan NVDA, perangkat lunak pembaca layar bagi tunanetra. Dari suara navigasi itulah ia mengenali setiap menu, setiap tombol, hingga merangkai nada menjadi sebuah komposisi.

“Kalau tidak ada NVDA, kami tidak bisa kerja. Semua kami dengar dari suara,” tuturnya.

Keterbatasan alat tak menyurutkan langkahnya. Namun, ia mengakui masih minim dukungan. Selama ini, karya-karyanya belum menghasilkan secara ekonomi. Lagu-lagu yang ia aransemen sebagian besar dibawakan oleh rekan-rekannya di yayasan, tanpa bayaran. Namun, bagi Joike, hal itu bukan alasan untuk berhenti.

“Ini hobi saya. Saya senang melakukannya,” katanya.

Ia bahkan telah menguasai sekitar 20 genre musik, mulai dari pop, jazz, reggae, hingga dangdut koplo dan hip hop. Sebuah capaian yang lahir dari ketekunan, bukan fasilitas. Dari gelapnya pandangan ia justru melahirkan banyak musik berkualitas.

Di luar musik, Joike menjalani hidup sederhana. Ia berjualan keset kaki dan alat kebersihan di kawasan Entrop tepatnya di Mekar Sari, bersama teman-temannya. Dari situlah ia menyambung hidup, sembari tetap setia pada dunia yang ia cintai. Di sela kesibukannya, ia menyimpan harapan sederhana namun berarti besar yaitu memiliki sebuah studio kecil.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Gara-gara Tanah Dulang, Seorang Pria Tewas Dikeroyok 

   Prarekonstruksi memperagakan rangkaian dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses tersebut turut disaksikan…

1 day ago

Perkuat Pengawasan Telur Anpu, Pemprov Siapkan  Surat Edaran Baru

Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan surat edaran gubernur yang baru untuk memperkuat pengawasan masuknya telur antarpulau…

1 day ago

RDP Panja Pelayanan Publik Tak Dihadiri Pihak DLHK

   Kondisi itu memicu kekecewaan Panja Pelayanan Publik DPRK Kota Jayapura. Bahkan, panja menilai ketidakhadiran…

2 days ago

Realisasi Fisik PUPR Papua Hampir 70 Persen

  Natirmalus menjelaskan, pada Bidang Bina Marga realisasi fisik telah mencapai 68,63 persen, sedangkan realisasi…

2 days ago

500 Kendaraan Terjaring Operasi Patuh DLHK

  Kegiatan yang melibatkan personel gabungan dari DLHK, Polsek Jayapura Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja…

2 days ago

Akhiri Antrean BBM, DPRP Beri Deadline Pertamina

DPR Papua memberi deadline atau batas waktu selama satu pekan kepada PT Pertamina Patra Niaga…

2 days ago